}
LINIFIKSI: Puisi Eko Setyawan
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Eko Setyawan

by LiniFiksi
Mon, 04-Jun-2018

Belajar Berpuasa


Pada kursi yang kesepian itu, kita pernah berebut untuk memeluknya.

Kita sepasang kekasih yang tengah menahan lapar.

Aku adalah senin, sementara kau memilih kamis.

Kita sepasang roda yang menunggu waktu berbuka puasa.

Ada anak kecil yang memilih nihil dalam pertandingan.

Ia memilih melawan dirinya sendiri dalam pertarungan.

Melawan puasa mbedug dan menyalinnya menjadi keajaiban.

Aku lagi-lagi gagal dalam perebutan.

Kau sekali lagi mendekap kuat kursi itu dan membunuh anak kecil dalam tubuhku.

 

Atlas


Aku memilin garis lintang menyerupai simpul.

Kau terbujur kaku menghadap kiblat.

Apakah semua kelalaian menyebabkan akibat?

Aku meraba garis kebaikan.

Menebak dimanakah letak ibukota negara ini.

Lalu menandainya dengan catatan kaki.

Pada lembar terakhir, aku menemukan ibuku terbaring.

Dadaku mengering. Ibu menangis terlampau sering.

 
 

Mengecup Puisi


Aku ingin mengecupmu sekali lagi.

    : puisi.

Agar kau lelap dalam dekapan langit

murung sepanjang hari ini.

 
[][ilustrasi @riansaputra | foto Eko Setyawan]
 


Eko Setyawan lahir dan menetap di Karanganyar, Jawa Tengah. Menempuh kuliah di Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret. Karya-karyanya tersebar di Koran Tempo, Radar Surabaya, Radar Banyuwangi, Malang Post, Radar Bromo, Nusantaranews.co, dll. Buku kumpulan puisinya berjudul Merindukan Kepulangan [Bebuku, 2017]. Bernaung di Komunitas Sastra Senjanara dan Komunitas Kamar Kata Karanganyar.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []