}
LINIFIKSI: Puisi Budi Setiawan
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Budi Setiawan

by LiniFiksi
Mon, 11-Jun-2018

Apa Kabarmu, Sri


 
Apa kabarmu, Sri

Masihkah engkau berselimut kabut sepi

Sepanjang bentangan sajadah ini aku mencari

Doa-doamu yang paling ilahi

 
Ke mana lagi jiwa apimu akan mengembara

Jika segalanya sudah jadi sekam dan abu

Di sini tangan-tangan nakal sepimu

Dinujum wahyu yang terbakar di hutan

Keramatmu

Dunia kehilangan bentuk dan tak ada satu pun

Ingatan yang bisa masuk

Untuk sekedar meletakkan rindu

Di depan pintu hatimu

 
Apa kabarmu, Sri

Masihkah engkau mencintai hujan

Yang membentuk genangan-genangan

Di kubangan menghapus jejak mata orang-orang

Yang selalu luput mengingat Tuhan

 

Jenggot Wali


 
1.

Menjuntai ke bumi

jalan lurus nabi

ayat-ayat suci

 
2.

Bendera lelayu

menyapa air mata

seputih kalbu
 

3.

Langit menghitam

burung terbang

Tuhan jatuh di pelukan

[][ilustrasi @riansaputra | foto Budi Setiawan]



Budi Setiawan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Penulis alumni Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Muhammadiyah Magelang, dan  bergiat di Komunitas Seni Turonggo Setro. Beberapa puisinya termaktub dalam antologi bersama di antaranya 100 Puisi Qurani [2016], Puisi Untuk Indonesia [2017], Sajak Untuk Saudaraku [2017] dan 100 Sajak untuk Gus Dur [2018].

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []