}
LINIFIKSI: Puisi Arif Purnama Putra
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Arif Purnama Putra

by LiniFiksi
Mon, 02-Jul-2018

Pulau Warna-warni


usia menua, pulaumu dan pulauku berkisah

berkali ganti purnama

pada senja dan gerai cahaya

dan begitu kita membuahi lupa, sampai benar tiada aksara yang ternoda


pesanmu dan pesanku tak lagi berjumpa

dalam doa, amin bagaikan supaya

biar kekal dan berujung bahagia

kita saling menanak, memasak rindu di tungku sunyi

kanji-kanji temu dan kenangan berputik lama, bermandikan hujan hulu

gabak juga membawakan lirih rintiknya

perlahan menjatuhkan dingin,

begitulah deras darah yang mengalir antara kita

tiada pulau dan kota-kota yang sanggup kita tumpangi

sampai benar lupa meniadakan yang ada

                                                                 Padang, 2017


Puisi Pulang


andai tidak ada puisi, ke manakan luka akan pulang

saban hari menuliskan abjad penuh dengan kesedihan

berganti dengan luka-luka beragam warna

juga sajak kita semakin jarang bertemu dalam peraduan doa


jalan pulang ke rumahmu tak sempat lagi kuingat

daun-daun yang jatuh, pun rantingnya kering menerpa permukaan tanah

barangkali begitulah cintamu melupakan ketiadaanku

meramu doa kelupaan,

antara pergi dan bertahan

terus kau suarakan pada doa malam

menutupnya dengan amin di sepanjang ritualmu, agar tak ingatlah dirimu padaku yang malang


lembab permintaanmu terkabulkan

perlahan mulai pudar, berjalan dari waktu ke waktu

menyelinap menjadi kemelaratan yang kekal

mendung di hari-hari berikutnya,

kukenang kau sebagai puisi pada rumah-rumah luka

di mana pernah ada aku di sana, berdiam menunggu kedatanganmu

mengobati setiap gores-gores kesialanmu dari luar


“sayang, aku hanyalah sebuah rumah untuk lukamu. Setelah itu kau bepergian lagi”

tapi tiada sesal bersarang,

karena padamu puisiku relakan berpulang

             
                                                                        Padang, 2017


[][ilustrasi @riansaputra | foto Arif Purnama Putra]


Arif Purnama Putra berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Alumni di STKIP PGRI Padang, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Bergabung bersama Komunitas Menulis “Daun Ranting.” Pernah tergabung dalam Antologi 20 Cerpen terbaik lomba PCINU-Maroko, 100 The Competition ASEAN Poem 2017 DEMA FTIK-IAIN Purwokerto “Requiem Tiada Henti”. Karya pernah dimuat beberapa media, seperti Haluan, Minggu Pagi, Singgalang,dll.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []