}
LINIFIKSI: Puisi Muhammad Rifki
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Muhammad Rifki

by LiniFiksi
Mon, 09-Jul-2018

Dibuang; Aku


Inilah aku

Hidupku menjadi tangan yang memohon

Mukutku menjadi pengemis yang hina

Rumah, anak dan istri kuwariskan sepi pada mereka

Mungkin sisa airmata masih menjadi santapan mereka di piring

Aku pergi dari istri

Usai hatiku pecah digigitnya

Menjadi kepingan kaca yang berdarah

Tanpa sesal, di kota ini tubuhku menjadi gelandangan sampah

Tak apa, sebab keluargaku pun adalah manusia keji

Dengan tangan-tangan mereka aku dibuang sebagai sampah

Sampah sembarangan

 
Kita kembali

Jadi ini tentang surat dan kenangan?

Masih kau simpan?

Selama rumah laba-laba dan debu utuh memagarinya?

Apa kau tersenyum dengan mata yang merintik?

Simpanlah hangatku dalam tubuhmu

Sampai ciuman ini kau jilat bersama pelukan
 

Surat


Ini tentang surat kecilku

berupa lenguhan yang beranak dari kerancuan hati

sejak langit kian kusut oleh hujan

dan sembab mataku melukis luka

airmatalah yang menambatnya

ini tentang surat kecilku

yang sering dan tak kunjung memulangkan rindu

sudah bias ‘kan teronggok di lacimu?

berkubang di antara kertas kumal di bender coklatmu

hanya asa dan payah hati penyambung dialog bisu kita

jadi hatiku terlantar?

apa hatimu sama padam dengan listrik?

yang kerap kukeluhkan

 

Maaf


Kita menjadi tarian di melodi luka yang berserakan

Pisau yang kau tancapkan di dadaku kini membocorkan cinta kita

Hilang dan menguap bersama uap-uap asap rumahmu yang terbakar

Kau wanita gila, membakar rumah sebagai sampah kenangan tentangku

Menyabit habis elu tawa dan senyuman

Tak ada kata pisah atau damai yang kau bingkis untukku

Semua hanua kelu dan bisu

Mungkin aku yang bodoh dan tumpul

Pada tinta dan warna merah hati milikmu

Yang kau pilinkan pada sajak-sajak puisi

Maafkan aku

[][ilustrasi @riansaputra | foto Muhammad Rifki]


Muhammad Rifki, lahir di Anjir Pasar, 13 Agustus 1998, adalah salah seoarang santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera, Banjarbaru. Bergiat dalam organisasi kepenulisan Forum Pena Pesantren/FPP.  Kini ia tinggal di Pondok Pesantren La Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Untuk mengenalnya lebih bisa melalui akun Fb-nya; Maibe Lopah .
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []