}
LINIFIKSI: Fiksimini  Akbar Fatriyana
LiniFiksi

LINIFIKSI: Fiksimini Akbar Fatriyana

by LiniFiksi
Mon, 23-Jul-2018

Anestesi

“Pak Dokter, apakah sunat sakit?” tanya bocah yang sedang berbaring sambil menggenggam tangan Ibunya. “Tidak Dik, sekarang kan sudah ada ini” sambil menunjukan suntikan berisi cairan bening. Kemudian bocah itu segera mengambil dan menyuntikkan ke dada Ibunya.

“Nah, Ibu jadi tidak sakit hati karena Ayah menikah lagi, terimakasih Dokter.”

 

Karcis Dunia Fantasi

Malam itu Ayah pulang dengan membawa karcis masuk Dufan yang dibelinya tidak sampai setengah harga, pada seseorang di dekat lampu merah. Pagi ini, kami sekeluarga menuju Dufan. Di pintu masuk petugas karcis bertanya, “berapa orang Pak?” Ayah menjawab cepat “empat” sambil menunjukan empat lembar karcis. Sambil menyobek karcis petugas itu berkata “silakan masuk!” Lantas kami masuk dan bingung tidak ada wahana bermain, hanya area kosong.

Lekas Ayah mengulik, di belakang karcis tertulis “khusus orang yang memiliki fantasi.”


[][ilustrasi @riansaputra | foto Akbar Fatriyana]

Penulis adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dan penggiat komunitas sastra dan budaya. Beberapa puisi pernah dimuat dalam tabloid Institut UIN dan buletin sastra dan budaya dwi mingguan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []