}
 SORE Segar dengan Los Skut Leboys
Musik

SORE Segar dengan Los Skut Leboys

by Pandu
Tue, 08-Sep-2015

“Bisa dibilang ini adalah SORE yang baru,” ungkap Ade Paloh sambil menyelipkan sebatang kretek di bibirnya.

Kalimat tersebut bukanlah sebuah guyonan atau pepesan kosong. Meski suka bercanda, Ade Paloh mengucapkannya dengan nada yang serius.

Yup, SORE telah bertransformasi. Dari rahim kreativitasnya, mereka melahirkan album ketiga bertajuk Los Skut Leboys. Mereka tetap menghasilkan sound musikal yang murung dan kelam. Tapi ‘karat usang’ telah hilang sejak kepergian Mondo Gascaro yang memilih hengkang.

Itulah yang dirasakan Ade Paloh pada album Los Skut Leboys. Berbeda dengan dua album sebelumnya, Centralismo dan Ports of Lima, pada album ketiga ini, SORE menginginkan sesuatu yang simpel. Tidak terlalu rumit dengan banyak filler.

“Makanya, album ini dikasih nama Los Skut Leboys. Los diambil dar bahasa Spanyol, sama artinya dengan kata 'the'. Skut itu bahasa okem untuk kata 'santai'. Kalau Leboys itu bahasa kami, semacam Playboy gitu,” lanjut Ade, ”jadi kami Leboys yang lagi pengin santai aja.”

Ade mengaku jengah dengan banjir pujian terhadap SORE berkat dua album sebelumnya. Debut album mereka, Centralismo [2005] dinisbatkan oleh majalah Time sebagai Satu dari Lima Album yang Bernilai. Sementara untuk Ports of Lima, majalah Rolling Stone Indonesia menaruhnya di posisi puncak kategori Best Album 2008.

“Pujian itu bullshit. Semakin banyak pujian, manusia akan lupa tentang siapa dirinya. Pujian itu seharusnya cuma diberikan kepada Yang Maha Esa,” ujar Ade.

Ia juga menganggap bahwa kritik adalah omong kosong, tidak ada kritik yang benar-benar membangun baginya. “Kritik ya kritik.”

“Di album ini, kamj nggak berpikir untuk jualan apalagi berekspektasi. Mau orang lain suka atau tidak, yang penting kami berkarya dan puas dengan yang telah kami buat,” tambah pria yang sebentar lagi menginjak umur 40 tahun.

Pada album ini, Ade dkk pun memasukan genre yang kurang populer di tanah air.

Kepergian Mondo juga menciptakan prosedur baru di tubuh internal SORE. Masing-masing personel menggarap lagu ciptaannya. Berbeda saat Mondo masih bersama, ia adalah 'koki' untuk SORE.

“Kami buat demo dulu, habis itu hampir 65% lagu itu diolah sama Mondo. Entah gimana dia selalu tahu yang kami mau. Dia itu jenius yang unik buat gue,” terang Ade yang sudah berteman dengan Mondo sejak kelas 2 SD.

“Karena dia nggak ada, kami jadi masak bareng lagu-lagu ini. Dari yang niatnya 12 track jadi 14. hehehe,” tutup Ade Paloh. [][teks & foto @HaabibOnta]