}
Menanti Arah: Ketika Glenn Fredly Bersuka-ria
Musik

Menanti Arah: Ketika Glenn Fredly Bersuka-ria

by Pandu
Tue, 20-Oct-2015

Adalah dosa jika menyamakan satu manusia dengan manusia lain karena sejatinya manusia lahir dengan keunikan masing-masing. Tapi sungguh, Glenn Fredly di konser tunggalnya terlihat bak Frank Sinatra.

Glenn dan Frank sama-sama pria flamboyan yang punya taste musik bagus, plus sex appeal yang tinggi. Nggak heran, banyak orang yang tertarik kepadanya. Terlebih keduanya sering mengenakan topi fedora.


Konser Menanti Arah di Istora Senayan, Sabtu [17/10] adalah perayaan 20 tahun perjalanan karier Glenn Fredly di industri musik. Siapa pun pasti akan senang bila 'hajatan' didatangi ribuan orang. Memang tidak ada makan, rokok, dan camilan gratis. Tapi sound puluhan ribu watt dan tata panggung yang apik, bisa memanjakan semua orang. Kecuali mungkin orang-orang yang duduk di area yellow. Maklum, tiang besi penyangga sound system menghalangi penglihatan. Jadi ada satu garis blind spot yang membuat Glenn Fredly tak terlihat.

Glenn bukan musisi yang pertama kali pakai konsep tata panggung 360 derajat. Tahun 2014, /rif dan Sheila On 7 pernah memakai konsep serupa. Ada kekuatiran bahwa konser Menanti Arah persis dengan konser Musik /rif dan Sheila On 7. 


Kala itu, konser /rif dan Sheila tidak terlalu maksimal dalam mengeksplorasi panggung sehingga banyak area yang tidak terisi. Akibatnya, performer cuma fokus pada titik yang padat saja.

Nah Glenn menepis kekuatiran itu. Dia berlari ke sana-sini, mengitari panggung untuk menyapa semua orang.

“Tidak penting kalian bisa melihat saya atau tidak. Yang penting saya bisa melihat kalian semua. Terimakasih!” 


Glenn juga mengajak Funk Section untuk naik ke atas pentas panggung. Band yang dimotori Mus Mujiono ini berperan besar pada awal kariernya sebelum bersama The Bakucakar.  Ada juga performance  Tio Pakusadewo serta Julie Estelle. Kehadiran keduanya sekaligus mempromosikan film Surat dari Praha yang diproduseri Glenn.

Tapi tak ada perform dari Trio Lestari sama sekali. Saat latihan persiapan konsernya, Glenn memang mengaku sedang libur sementara dari Trio Lestari demi fokus untuk konser tunggalnya itu.


Semula dikiranya juga, konser ini akan jadi sebuah majelis galau yang penuh isak tangis. Ternyata tidak, Glenn Fredly menumbangkan ekspektasi itu. Lagu “Sekali ini Saja” ia bawa dengan tone groovy bercita-rasa yang lain juga. Malam itu, Glenn mengubah lagu balada jadi sesuatu yang groovy dan enak buat diajak bergoyang. Sudah semestinya sebuah pesta perayaan dirayakan dengan suka ria bukan isak tangis! [][teks & foto @HaabibOnta]