}
Tradisi Nonton Payung Teduh
Musik

Tradisi Nonton Payung Teduh

by Pandu
Tue, 03-Nov-2015

Ada semacam hukum tidak tertulis ketika menonton Payung Teduh. Hal itu juga bahkan berlaku pada festival KCMI [Konser Cinta Musik Indonesia] di Istora Senaya, Jakarta, Sabtu [31/10]. Ketika mereka manggung, setiap orang harus duduk.

Bagi para penggemar Payung Teduh, duduk adalah cara terbaik menikmati kolaborasi musik khas Is, Comi, Cito, dan Ivan. Tidak peduli sekalipun itu aspal berdebu --bukan rerumputan hijau-- mereka menontonnya sambil duduk. Seolah-olah berdiri itu haram.

“Saya heran, kenapa semua orang diharuskan duduk jika ingin nonton Payung Teduh,” ujar Is. Ia berusaha membela beberapa penonton yang kukuh ingin berdiri di depan pagar pembatas. Mereka diteriaki juga dicela oleh deretan orang yang berada di belakang.

“Selalu di mana-mana terjadi perdebatan di konser kami soal berdiri dan duduk. Biarlah ini terserah kalian bagaimana mau menikmati musik kami,” lanjut Is yang bisa mengademkan suasana.

Petikan gitar Is ditambah suaranya yang parau tidak melanjutkan ‘huru-hara’ itu jadi besar. lagu mereka bertajuk "Kucari Kamu" bisa meneduhkan lagi suasana saling ejek. [][teks & foto @HaabibOnta]