}
Nile akhiri Rock in Solo 2015
Musik

Nile akhiri Rock in Solo 2015

by Pohan
Mon, 16-Nov-2015

Festival musik tahunan asal Jawa Tengah, Rock in Solo sukses berlangsung hari Minggu [15/11], di Halaman Parkir Stadion Manahan. Ribuan metalhead yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia berkumpul untuk menyaksikan band-band favorit mereka. Dari Solo, Kontributor LINIKINI @nona_ganist menulis catatannya untuk Anda.

Pintu masuk acara dibuka sekitar pukul 10 pagi. Band Klaten yang menamakan genre mereka slamming brutal death, Internal Amputation menjadi penampil pertamanya. Menyusul kemudian Pargochy, dan kuartet black death metal kebanggaan kota Kediri, Immortal Rites yang sudah berkarya belasan tahun.

Panas terik siang itu tidak menyurutkan semangat para metalhead. Mereka asyik bermoshing-ria, headbanging, lengkap dengan atribut metalnya.
Bankeray, Serigala Malam, dan Gendar Pecel yang sedang mempersiapkan tur Jawa Sumatera bersama juga ikut menambah adrenalin penonton.


Rezume asal Denpasar yang mengusung tema sexualitas do pada setiap lagunya cukup memukau. Tak kalah memikat Anthelion dari Taiwan yang hadir dengan wardrobe dan make up sangar.

Bukan sekadar menonton musik, penonton yang datang hari itu juga dimanjakan dengan sajian food bazaar serta booth penjualan merchandise resmi Rock in Solo. Sayangnya, official T-shirt Rock in Solo hanya tersedia 1.500 buah. Alhasil siapa cepat dia dapat.

Usai break pertama, panggung kembali dihentak alunan musik cadas versi Carnivored. Disusul Seringai dan Burgerkill yang sontak membuat metalhead semakin menggila.



Hari pun mulai gelap, penonton tinggal mempersiapkan tenaga untuk dua band internasional terakhir. Meskipun I Killed the Prom Queen urung tampil karena tersangkut masalah imigrasi di Malaysia, penonton tetap bersemangat.

Giliran Unearth beranggotakan Trevor Phipps, Ken Susi, Buz McGrath, dan Nick Pierce mengambil alih panggung. Mereka sangat enerjik.

Panggung Metal Against Rascism ditutup Nile dengan maksimal. Di tengah penampilan, gitar Karl Sanders sedikit bermasalah. Tapi itu tidak mematahkan kegilaan mereka.



Rock in Solo tetap dinanti para pecintanya di tahun mendatang yang diharapkan lebih greget lagi dari segi lineup. [][teks & foto @nona_ganist]