}
Iwan Fals 'Bongkar' Mimpi Terpendam 19 Tahun
Musik

Iwan Fals 'Bongkar' Mimpi Terpendam 19 Tahun

by Pandu
Tue, 24-Nov-2015

Sewaktu masih tinggal di Condet, pertengahan tahun ’84, Iwan Fals bermimpi bikin konser dengan tiket seharga sejuta perak. Setelah 19 tahun berlalu, mimpi itu baru tercapai melalui konser premium Untukmu Indonesia” di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu [20/11].

Tiket paling murah dihargai sebesar 400k, sementara yang paling mahal 1.000K. Dengan harga selumayan itu, tetap saja Istora Senayan terisi meski tidak sepenuhnya. Dari kapasitas Istora yang bisa menampung 15.000 orang, mungkin ada 5.000 lebih Oi yang hadir. Sisanya yang tidak berkantung tebal di luar. Mereka berusaha menjebol pagar agar bisa masuk area konser.

Konser berlangsung antara pukul 20.15 sampai 23.00, dibuka dengan ucapan terimakasih dari sang Presiden Oi kepada penonton karena sudah mau datang. Menghabiskan waktu malam minggu bersama. Tanpa gegap gempita kembang api yang berlebihan, ucapan itu saja cukup buat penonton melonjak tak sabar. Apa hidangan pembuka yang akan mereka segera cicipi?

Iwan Fals membukanya dengan "Mimpi Yang Terbeli", lagu antemik yang sudah pasti dihapal para penggemarnya dari Tanjung Priok sampai Cipanas. Malam itu Iwan tampil bersama band yang sudah biasa mengiringinya, plus Iwang Noorsaid pada keyboard, tiga drum section, dan pemain biola.

Harusnya sih konser itu dikemas secara elegan dan eksklusif. Semestinya semua penonton duduk rapi melihat panggung. Tapi baru lagu pertama, bangku ditinggalkan. Para Oi mulai bangkit dan bernyanyi. Ketika konferensi press konser ini di Rawamangun, Iwan Fals sudah menebak hal ini dengan bilang, "Masak iya dengar lagu, dia nggak ingin goyang? Ya terserah, bagaimana nanti orang menikmati konsernya.”

Usai "Mimpi Yang Terbeli", Iwan menggedor kenangan penonton dengan lagu-lagu antemik lainnya, seperti: "Ibu", "Tikus Kantor", "Puing II", dan "Oemar Bakrie". Total ada 22 lagu yang dibawakan Iwan dalam rentang waktu 2,5 jam. Sayangnya, tidak semua bagus tentang konser ini. Yang paling fatal adalah ketika lagu "Bento" dan "Bongkar" dinyanyikan Neo dan Iwa K. Jika Iwan Fals berkolaborasi dengan dua musisi rap itu, mungkin akan bagus. Tapi dua musisi rap itu masuk sekadar untuk memberi jeda bagi Iwan Fals di belakang panggung.

Terbukti, sedikit sekali Oi yang ikut bernyanyi. Kalau saja itu Iwan Fals yang bernyanyi, siapa pun pasti tergetar.

Sebelum itu Iwan Fals juga sempat memberi kejutan dengan main di antara penonton. Dari panggung utama ia pindah ke tribun kiri Istora Senayan, lalu bilang,”Ini baru main di Istora Senayan, Hahaha,” ungkapnya tak bisa membendung senang.

Presiden Oi ada dijangkau ‘rakyatnya’ dengan barikade penjaga yang minim. Tapi tak ada orang yang berusaha mendekatinya apalagi sekadar minta tandatangan. Penonton sepertinya paham bahwa konser ini masih berlangsung lama, jangan sampai ricuh.

Hingga konsernya tuntas, tak ada satu keributan terjadi. Di udara pun tak tercium bau kecut alkohol atau tengik keringat. Iwan Fals bisa terlihat dari segala penjuru tanpa ada bendera sebesar billboard yang menghalangi. Oi yang datang malam Minggu kemarin ke Istora bisa dibilang loyal. Mereka mau membeli tiket konser agar Iwan Fals bisa 'membongkar' mimpinya  yang terpendam selama 19 tahun. [][teks & foto @HaabibOnta]