}
Membangkitkan Nirvana vs Pearl Jam
Musik

Membangkitkan Nirvana vs Pearl Jam

by Pandu
Thu, 26-Nov-2015

Dalam skala volume, Mini Gigs Nirvana vs Pearl Jam tentu tak sebanding dengan Konser Untukmu Indonesia punya Iwan Fals baru-baru ini. Tapi jika satuan ukurannya diubah jadi skala kesenangan? Keduanya setara. Terlebih dua acara itu punya benang merah yang sama, nilai nostalgis.

Menoleh ke era '90-an, ketika genre grunge merajai tangga-tangga lagu. Nirvana dan Pearl Jam adalah yang teratas. Media sempat menghembuskan isu perseteruan. Tapi itu dibantah oleh frontman Nirvana, Kurt Cobain. Sebelum dia meninggal.

Nah, untuk membangkitkan lagi musikalitas Nirvana dan Pearl Jam, 2 kubu fans band kelas dunia itu bertemu di satu venue, dalam sebuah pagelaran tribut di Red Box, Jakarta Selatan, Selasa malam, [24/11]. Mereka pun menyanyikan lagi lagu-lagu dari band yang sudah karam itu  dan band yang baru merayakan usia 25 tahun.

Lima band tampil ditambah 17 vokalis tambahan yang ikut naik panggung karena ditodong menyanyi. Mereka membawakan materi lagu yang tidak asing. Amar [Besok Bubar] menggelegar ketika menyanyikan Heart Shaped Box milik Nirvana. Begitu juga, Che Cupumanik yang selau mahir kalau menyanyikan "Alive", Pearl Jam.

“Gua bakal bawain lagu Pearl Jam paling susah yang pernah dibuat,” kata Steven Jam. Lalu pria gimbal yang lebih terkenal sebagai vokalis band reggae itu, menyanyikan “Last Kiss”. Suara beratnya yang tidak dibuat-buat itu mengundang paduan suara dari para tamu.

Mini gigs berlangsung hampir 4 jam, dari pukul 20.30-00.30. Meski performa mereka cuma di kafe kecil, ternyata suara yang dihasilkan sound system tetap enak terdengar. Tidak pecah dan sember.

Dari berbagai daerah Jabodetabek fans berkumpul, sekedar nostalgia lewat lagu atau kumpul komunitas. Tak ada yang tergeledah membawa parang atau baliho bambu. Dari mulut pun bukan cacian siapa yang lebih baik. Cuma lagu-lagu lampau yang dinyanyikan sekeras mungkin sampai urat leher menonjol.

Kematian Kurt Cobain yang mendadak, membuat media internasional menilai bahwa grunge ikut mati sebelum bertumbuh. Kalau saja mereka ikut pesta pora malam itu di Red Box, penilaian itu pasti ditelan kembali. [][teks & foto @HaabibOnta]