}
Petaka Dedikasikan Album untuk Sang Drummer
Musik

Petaka Dedikasikan Album untuk Sang Drummer

by Pohan
Wed, 09-Dec-2015

Empat sekawan dengan passion yang sama akan musik hardcore/punk mencanangkan nama Petaka untuk sebuah band. "Jadi nama Petaka itu diambil karena kami maunya bahasa Indonesia dan punya arti yang gawat. Filosofi singkatnya, kami jadi suatu petaka atau band yang diperhitungkan di skena musik hardcore/punk," ungkap Wawan kepada LINIKINI.

Sejak dibentuk awal Januari 2015, Petaka menghiasi panggung-panggung di Jakarta dan luar kota dengan membawakan lagu-lagu cover serta lagu milik mereka sendiri. Berita mengejutkan datang di tengah penggarapan album perdana mereka. Sang drumer Rully Annash berpulang ke pangkuan Sang Pencipta pada usia 39 tahun, Jumat [27/11] lalu.

"Jadi dulu itu aku sama Danang si vokalis mau bikin band hardcore tapi nggak pernah jadi. Nah, pas awal tahun 2015 si Rully kontak Danang mau bikin band hardcore. The Brandals kebetulan mau hiatus kan. Akhirnya si Danang langsung kepikiran ngajak aku. Si Rully ajak Yoga untuk gitaris. Ya, udah trus jamming-jamming langsung bikin lagu. Sampe sekarang deh,” papar Wawan.

Petaka kini beranggotakan Danang alias Unboundkill - vokal [Speedkill], Yoga Pratama - gitar [Zoo Temple], dan Wawan Fury - bass [Taste Of Flesh]. Mereka memutuskan tidak terburu-buru mencari drummer yang baru. Posisi Rully untuk sementara diisi additional player. "Masih cari drummer lagi. Soalnya susah cari drummer yang karakternya kayak Rully. Kalo yang jago banyak, tapi yang attitude-nya oke susah,” jelas Wawan.

Rencananya, album perdana Petaka akan rilis pertengahan Januari 2016. Sekarang lagi proses bikin cover album. Hal yang menarik dari debut album itu proses penggarapannya. Mereka bersama-sama menyelesaikan sebanyak 14 lagu dengan durasi 3 1/2 shift semasih ada Rully. Judul album yang ditetapkan pun diganti. "Tadinya mau Destroy 2015. Tapi kayaknya akan diganti pasca meninggalnya Rully. Album ini sudah pasti album dedikasi buat Rully,” tutup Wawan. [][teks @pohanpow | foto dok. Petaka/Sofyan Refliyandi]