}
Mötley Crüe Dimuseumkan
Musik

Mötley Crüe Dimuseumkan

by Pandu
Tue, 05-Jan-2016

Mötley Crüe sepakat untuk mundur dari industri musik yang telah mewujudkan mimpi yang diingini banyak lelaki. Cerita tentang lelaki brandalan yang hidup bebas, punya banyak uang, dan dikelilingi wanita. Hanya naik panggung, masuk studio rekaman, dan ke atas ranjang harus berakhir.

Setelah 31 tahun disinari lampu panggung, Mötley Crüe resmi pensiun dari gemerlap industri musik. Sejak awal 2014, keempat 'bangsawan' rock n' roll itu sudah mengumumkan akan menjalani tur terakhir. Mereka menegaskan, 31 Desember 2015 adalah show terakhir memakai nama Mötley Crüe. Kalau pun masing-masing personel menjalani tur, mereka tidak akan memakai nama “Mötley Crüe”. Perjanjian itu juga telah disepakati bersama.

Jadi per tanggal 1 Januari 2016, nama Mötley Crüe resmi dimuseumkan sebagai peninggalan dari ‘Dinasti Hair Metal’.

Selama dua tahun penuh, Mötley Crüe berkeliling menjalani tur. Tahun 2014, Mick Mars, Nikki Sixx, Tommy Lee, Vince Neil, manggung di 40 kota di Amerika Utara. Pada tahun kedua, mereka tampil di Jepang, Inggris, Brasil, Australia dan terakhir di kampung halamannya, Los Angeles.

Band ini sudah menelurkan 9 album. Nikki Six sempat mendongkrak antusiasme para fans ketika bilang bahwa Mötley Crüe sedang proses album ke-10. Tapi hal itu urung terjadi. Bahkan, dalam sesi wawancara dengan blabbermouth.net, Nikki menyebut album ke-10 terasa berat untuk terealisasi.

“Kami punya beberapa materi, tapi semua belum matang,” kata Nikki pada tahun 2014. Ia bahkan berspekulasi, Mötley Crüe akan merilis satu per satu single, yang kemudian dirangkum jadi sebuah album penuh, seperti single “Sex” yang dirilis tahun 2012 lewat website mereka.

“Rasanya berat untuk jujur, kami menghabiskan waktu 6-9 bulan untuk menulis 11 lagu. Seluruh lirik, vokal, part gitar, bass, drum, mixing, mastering, artwork, kami kerjakan semuanya. Kami telah berusaha, tapi tak menghasilkan sesuatu,” tambah Nikki yang telah memainkan bass untuk Mötley Crüe tanpa tergantikan. 

Menurut Nikki, orang-orang zaman sekarang lebih selektif memilih lagu. Jadi, anggota Mötley Crüe sepakat mencipta 2 atau 4 lagu baru untuk 10 juta fans ketimbang 11 lagu baru hanya untuk ratusan ribu fans.

Lalu terciptalah satu lagu antemik terakhir yang dibawakan depan ribuan penonton di Staples Center, LA pada malam tahun baru. “All Bad Things” menggema untuk terakhir kali dari legenda heavy metal itu . Konser terakhir ini pun tidak mungkin dilupakan oleh Tommy Lee juga. Ia yang selalu tampil agresif saat beraksi di atas rollercoaster drum andalannya harus tergantung terbalik untuk kali pertama. Atraksi andalannya itu selama ini selalu berhasil. Namun sebelum dia tampil dengan aksinya, rollercoaster itu mendadak macet.

“Apa kita merusak alat ta* ini?! Sepertinya begitu! F*****g hell! Baiklah, f*** the rollercoaster!” maki pria berumur 53 tahun itu.

“Saya bahkan tidak menyangka hal ta* ini terjadi di malam terakhir kami,” katanya berteriak pada kerumunan.

Siapa pun mungkin nggak menyangka bahwa itu adalah perform terakhir Mötley Crüe di dunia. Setelah 31 tahun berlalu, gonta ganti personel, vakum, skandal video seks, di kampung halaman mereka, “Home Sweet Home” menggema untuk terakhir kali. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto laweekly]