}
Review Intersisi - Musikimia
Musik

Review Intersisi - Musikimia

by Pandu
Thu, 04-Feb-2016

"Apa hambatan atau tantangan yang melintang selama proses pembuatan album ini?" Mungkin itulah pertanyaan klise yang dilontarkan pada Musikimia untuk album penuh pertama mereka bertajuk Intersisi.

Pastinya, pertanyaan itu itu ada di benak sejumlah pewarta. Musikimia mungkin meresponsnya juga dengan jawaban klise “Nggak ada. Paling cuma waktu karena tiap orang punya kesibukan masing-masing.”

Entah disadari atau tidak, tapi sebetulnya bukan cuma persoalan waktu yang dihadapi Fadly, Stephan, Rindra, dan Yoyo.

Tantangan terbesar bagi Musikimia adalah lepas dari bayang-bayang Padi. Bagaimana caranya supaya album penuh pertama Musikimia tidak kedengaran seperti Padi dalam nama baru dan tanpa Piyu. Bagaimana caranya, supaya mereka dipanggil sebagai Musikimia?

Intersisi yang berarti "bersinggungan" berhasil menjawab tantangan terbesar Musikimia. Band eksponen Padi ini tidak terdengar seperti Padi sama sekali. Sebaliknya, Musikimia malah memberi konsep baru dalam industri musik.

Merangkum berbagai genre dalam satu album dan bekerja sama dengan lima co-produser yang berbeda bidang pula. Konsep ini segar, tapi belum tentu bisa diaplikasikan oleh musisi lain. Ini pun menunjukkan kualitas yang dipunya Musikimia.

Tiap trek mewakili sebuah genre. Tergantung pendengar terhubung dengan trek yang mana. Kurang sreg jika 1 dari 10 lagu disebut sebagai hits single. Pasalnya, masing-masing berdiri sendiri. Buat penyuka rock, awas terlena oleh trek ke-enam, "Redam".

Sebagai pembuka tahun 2016, rilisan album Musikimia, Intersisi layak diapresiasi dengan dibeli, bukan dibajak. [][teks & foto @HaabibOnta]