}
Musik

KPR Rilis Video Musik Lagu Bersejarah

by Pohan
Fri, 05-Feb-2016

Konon, video musik "Waiting for Love" Aviciii adalah video pertama yang menggunakan format video 360 derajat. Ide tersebut juga dipakai beberapa band/musisi lainnya. Seperti Kelompok Penerbang Roket [KPR] yang baru-baru ini  merilis video musik terbaru "Cekipe" [29/01]. Mereka menggunakan format video 360 derajat dengan pendekatan multi-layar.

Menurut Fazrie Permana selaku sutradara, konsep video musik “Cekipe” adalah  jawaban untuk pertanyaan dari video musik Kelompok Penerbang Roket sebelumnya, yakni, “Di Mana Merdeka”.

Dalam video musik tersebut, Kelompok Penerbang Roket mempertanyakan  keberadaan orang-orang dan sikap yang mengaku merdeka tapi ternyata belum sepenuhnya. Personelnya: Rey Marshall [gitar/vokal], Viki Vikranta [drum/vokal], dan John "Coki" Paul Patton [bass/vokal] terlibat dalam pengolahan video musik itu selama dua bulan. Coki pun kagum dengan hasilnya. 

“Dalam video musik "Cekipe", pertanyaan itu kami coba untuk berikan jawabannya dengan menggunakan gaya baru [video format 360 derajat], berisi visual-visual yang beragam dan memberikan kebebasan pada penontonnya untuk memilih apa yang ingin mereka simak,” ungkap Fazrie dalam siaran pers yang diterima LINIKINI.

Menurut Fazrie, penggunaan video musik format 360 derajat di Indonesia belum banyak yang menggunakan. Maka, video musik "Cekipe" terasa baru dan modern.

"Band rock harus menghibur, nggak boleh kolot. Video musik 'Cekipe' sangat sesuai dengan ekspektasi kami,” ungkapnya.

Lagu “Cekipe” disebut lagu bersejarah bagi Kelompok Penerbang Roket karena merupakan lagu ciptaan mereka yang pertama, bahkan sebelum para anggota menetapkan nama Kelompok Penerbang Roket dan menentukan siapa vokalis utamanya. Yap, video musik "Cekipe" ini tentu spesial.

“Setelah melalui persuasi yang panjang, akhirnya saya sukses membujuk Coki untuk menjadi vokal utama bagi proyek ini. Selanjutnya dalam proses kreatif yang terus berjalan, terciptalah "Mati Muda" yang akhirnya menjadi single pertama, dilanjutkan dengan materi-materi lainnya,” kata Rizma Arizky, manajer dan penggagas Kelompok Penerbang Roket serta label Berita Angkasa Records. [][teks @pohanpow/PR | foto PR]