}
Matt Bianco & Fariz RM Suguhkan Nostalgia
Musik

Matt Bianco & Fariz RM Suguhkan Nostalgia

by Yogira
Mon, 04-Apr-2016

Matt Bianco [Mark Reilly] bersama band asal Belanda New Cool Collective memuaskan pencinta musik bossanova di Jakarta. Mereka tampil juga bersama Fariz RM di Istora Senayan, [01/04].

Meski sepi penonton, Matt Bianco dan New Cool Collective tetap tampil profesional, seperti tak terpengaruh dengan minimnya penonton setia, yang tahu sepak terjang Matt Bianco dengan lagu-lagu hits-nya tahun '80-'90-an.

Sebagai pembuka konser, Fariz RM tampil bersama band-nya. Di sebelah kanan panggung, dia menarikan jari-jemarinya di papan dua unit keyboard sambil bernyanyi dengan konsep musik agak berbeda. Fariz langsung menyuguhkan lagu "Penari" dengan irama gaya musik jazz, lantas nyambung dengan lagu "Sungguh". Yang menarik, ketika dia membawakan lagu "Nada Kasih". Sebenarnya, lagu ini bertempo lambat. Namun malam itu, Fariz mengubahnya dengan tempo agak cepat dan lumayan energik. Penonton bersorak ketika penyanyi yang sudah paruh baya ini menyuguhkan lagu "Sakura" dan tentu saja lagu "Barcelona".

Usai Fariz sebagai musisi opening act, penonton sudah tak sabar menanti Matt Bianco dan New Cool Collective. Dibuka dengan musik instrumental yang nge-beat, New Cool Collective seperti memancing penonton untuk bergoyang. Setelah itu, munculah dedengkotnya, Mark Reily alias Matt Bianco menyapa penonton dengan senyum ramah.

Setiap Matt Bianco nyanyi, hampir semua penonton ikut bergoyang mengikuti irama jazz dance atau bossanova, misalnya pada lagu "Yeh Yeh", "We Should Be Dancing", "Never Give Up", "Whose Side Are You On?".


Lalu, sang vokal latar perempuan menyanyikan "Half a Minute", yang dulu dinyanyikan Matt Bianco dengan penyanyi Basia. Penonton jeda bergoyang ketika dia menyanyikan lagu "More Than I Can Bear", yang memang temponya lebih slow dan terdengar romantis.

Pada pamungkas konser, Matt Bianco tentu saja membawakan lagu "Don’t Blame it That Girl". Lagu ini memang termasuk hits pada tahun 1988 hingga awal tahun 1990-an. Lagu yang masuk dalam album bertajuk Indigo tersebut memuaskan penonton yang ingin bergoyang dan bernostalgia. [][teks & foto @firza]