}
DDHEAR Suguhkan 'Parahita' Nan Syahdu
Musik

DDHEAR Suguhkan 'Parahita' Nan Syahdu

by Sherra
Fri, 08-Apr-2016

Malam itu, Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki bikin merinding, Kamis, [07/04]. Bukan soal malam Jumat yang mistis, tapi karena gelaran konser kolaborasi DDHEAR bertajuk 'Parahita'. Mulai tepat pukul 19.30, tanpa sapaan, Dialog Dini Hari dan Endah N Rhesa langsung melantunkan "Pohon Tua Bersandar", "Temui Diri" dan "Wish You Were Here".

Malam itu telinga dimanjakan dengan perpaduan musik folk ballad dan folk blues. Apalagi mendengar petikan gitar akustik oleh Dadang dan Endah. Ditambah permainan musik Rhesa, Deny, dan Zio.

"Selamat malam, terima kasih sudah hadir. Ini penampilan kami yang terpanjang selama kami lakukan. Walaupun panjang, kali ini akan ada kejutan-kejutan," kata Endah.

Benar-benar merupakan suatu kolaborasi yang dibuat untuk bersenang-senang dan sesuai dengan arti dari "Parahita"; upaya saling menyejahterakan, membahagiakan, serta memberi manfaat. Bukan cuma dihibur dengan musik yang apik, tapi penonton dibuat tertawa karena guyonan mereka di atas panggung.

"Seluas Harapan", "Pagi", "When You Love Someone", "Tentang Rumahku", "No Tears From My Eyes", dan "Aku Dimana" dibawakan DDHEAR dan menutup sesi satu, diikuti tepuk tangan riuh penonton.

Dengan satu kondensor mic, Bonita & The Hus Band muncul menembangkan "Aku Dimana" milik Dialog Dini Hari dan "Remember Me" milik Endah N Rhesa.

Setelahnya, Dadang, Endah, Deny, Rhesa, dan Zio pun kembali ke atas panggung dan membawakan  "Liburan Indie" dan  salah satu lagu kolaborasi dari mini album mereka, "Jangan Berhenti Engkau Bernyanyi".

"Terimakasih buat yang udah datang dan bernyanyi tadi. Oh iya, ini baju yang saya pakai dikasih sama Rhesa. Katanya, Mas pakai ini aja biar keliatan kayak aktivis!" kata Dadang sambil tertawa.

Di atas panggung, seperti biasa saat Endah memetik gitar, Rhesa pun ikut 'membantu'. Mesra sekali memang pasangan suami istri satu ini.

Di lagu "Oksigen", Zio DDH memperlihatkan kemampuan solo bassnya dan Rhesa pun membalas dengan betotan uniknya.

"Nah, nggak heran kan kenapa kita bisa tampil di Java Jazz? Karena dia nih.." celetuk Dadang.

"360 Batu" menjadi lagu terakhir konser 'Parahita'. Nggak seperti konser lainnya. Nggak ada momen encore. Lagu selesai, DDHEAR pun saling merangkul, berterimakasih, dan membungkukan badan. Aransemen lagu DDHEAR memang dibuat dari hati sehingga membuat penikmatnya larut di konser 'Parahita'.

Kegembiraan belum berakhir. Penonton bisa mengikuti signing session untuk album dan merchandise DDHEAR. [][teks & foto @saesherra]