}
Ijen Summer Jazz, Dengar Musik di Kaki Gunung
Musik

Ijen Summer Jazz, Dengar Musik di Kaki Gunung

by Pandu
Fri, 22-Jul-2016

Buah konsistensi menggelar Jazz Gunung Bromo selama tujuh kali sejak tahun 2010 mulai dirasa penggagas Jazz Gunung Indonesia. Pasalnya mereka bisa mulai merambah ke gunung selain Bromo.

Jazz Gunung Indonesia melebarkan ekspansi ke tanah Banyuwangi dengan menghelat Ijen Summer Jazz dalam kurun waktu empat bulan. Eits, bukan berarti terus ada setiap hari atau tiap pekan. Panitia telah menentukan tiga tanggal main: 30 Juli, 10 September, dan 22 Oktober 2016.

Ijen Summer Jazz digelar di Kecamatan Licin, tak jauh dari Kawah Ijen yang terkenal. Di ketinggian sekitar 600 Mdpl dan di tengah perkebunan. Tentu berbeda dengan Jazz Gunung Bromo yang terkenal dinginnya. Ijen Summer Jazz diperkirakan tak akan semenggigil itu.

“Lanskap sekitar lebih mirip Ubud, tapi yang akan dilihat adalah gunung bukan sungai,” terang Sigit Pramono, penggagas Jazz Gunung Indonesia. Panggung terbuka nanti akan dikelilingi empat gunung: Merapi, Raung, Ranti, dan Suket.

Sigit menyebut lokasi Ijen Summer Jazz baru mulai dibangun November tahun lalu. Berbeda dengan Bromo, di Licin tak ada tanah datar untuk membangun amfiteater. Jadi panitia menyiasatinya dengan venue yang lebih kecil. Nilai plusnya, penonton jadi lebih intim dengan performer karena jarak yang dekat.

Untuk helatan perdana, Ijen Summer Jazz menargetkan ada 300 penonton yang hadir. Tiket untuk tanggal 30 Juli bisa mulai dibeli di jazzgunung.com. [][teks @HaabibOnta | foto jazzgunung.com]