}
Review Album Aransemen OST Tiga Dara
Musik

Review Album Aransemen OST Tiga Dara

by Pandu
Mon, 15-Aug-2016

Kita buka review ini dengan mengupas kekurangan dari album Aransemen Ulang Lagu Orisinil Film Tiga Dara [2016].

Pertama, bunyi musik orkestra di trek pertama, "Tiga Dara", itu kasar. Pasalnya, proses rekaman digarap secara live. Kedua, ada perbedaan antara kualitas musik dan vokal yang lebih halus karena direkam secara terpisah.

Dari konferensi pers, didapati fakta bahwa master pita rekaman asli tidak ditemukan. Jadi merilis ulang album tulen OST Tiga Dara, minim kemungkinannya. Kedua, album aransemen ulang ini dikerjakan dalam tenggat mepet supaya pas dengan 60 Tahunan Film Tiga Dara yang jatuh pada September.

Jadi dua kekurangan album ini yang dijelaskan di paragraf pertama bisa dilupakan. Album ini adalah upaya merestorasi sejarah soundtrack film Indonesia yang terbengkalai pengarsipannya. Album aransemen ini tentu tidak sama dengan karya asli Saiful Bahri. Tapi itu bisa menggiring imajinasi kita pada karya yang asli.

Meski diaransemen ulang, kesan vintage di 10 trek yang termuat di album ini tetap dipertahankan. Saiful Bahri bisa mengemas swing, pop, dan melayu menjadi sinkron dan semangat yang bisa diteruskan Indra Perkasa.

Lagu Melayu terkini dipandang negatif karena masuk kategori ‘kasta sudra’. Tapi penilaian itu pasti jatuh saat mendengar trek "Tamasya", "Bimbang" "Tanpa Pegangan" atau "Cita-cita", yang mengalun layu dan enak!

O ya, dari 10 trek yang paling 'nendang' adalah "Letnan Hardy". Enak! Bila album ini meledak, bisa jadi industri musik populer akan berubah ke arah retro, sekali lagi. [][teks & foto @HaabibOnta]