}
Settle, 'Unpleasant Feelings' dengan Ihwal
Musik

Settle, 'Unpleasant Feelings' dengan Ihwal

by Pohan
Thu, 26-Jan-2017

Band alternatif asal Denpasar, Settle merilis mini album Unpleasant Feelings tanggal 21 Januari lalu. Album bisa didengarkan melalui laman Bandcamp. Sementara CD dengan edisi terbatasnya sudah habis terjual.

Settle beranggotakan Eka [gitar], GungDe [drum], Yudi [bass], dan Indra [vokal] yang dibentuk pertengahan 2016. Mereka belum mempunyai rencana untuk memproduksi CD lagi. Jika ada kesempatan, mungkin CD bakal dirilis secara ekslusif dalam sebuah acara.

Pasca merilis mini album, Settle tengah mematangkan konsep sejumlah materi untuk album penuh yang akan melengkapi potongan-potongan Chapter yang terdapat di mini album Unpleasant Feelings.

Berbicara soal penamaan Settle, sebenarnya nggak diadopsi dari kota pasar kecil yang terletak di Yorkshire Utara, Inggris. Pemilihan Settle karena namanya terdengar 'menarik' bagi mereka.

"Kalau secara filosofinya sih, Settle itu artinya menyelesaikan. Jadi, di sini kami ingin menyelesaikan  yang belum bisa kami lakukan di band kami masing-masing sebelum membentuk Settle. Semacam mencoba pengalaman baru dan sensasi baru dalam berkarya, itu saja,” kata Yudi.

Setiap lagu di albumnya mempunyai bagian cerita yang berbeda-beda dengan ditandai kata “Chapter”, dan tentunya dengan emosi yang berbeda pula. Karya musik yang dihasilkan berkesinambungan. Inilah penjelasan sang bassist tentang empat lagu tersebut:

Chapter 2: Ileana dan Chapter 6: Sertraline adalah cerita seorang wanita bernama Ileana.
Chapter 2 menceritakan tentang Ileana yang mencoba untuk melangkah ke depan dan berdamai dengan masa lalunya. Chapter 6 Ileana sudah mulai mampu  mengatasi semua ketakutannya. Secara garis besar dalam lagu ini, Ileana sudah memiliki keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya.

Chapter 3: Growing Up // Giving Up dan Chapter 7: Losing Track adalah cerita tentang seorang pria berusia 21 tahun [nama pria masih dirahasiakan].
Chapter 3 menceritakan problematika kehidupan pria tersebut. Dalam lagu ini, Sang pria dihadapkan dengan sebuah fakta bahwa waktu terus berputar. Namun, ia belum mampu beranjak dari kegagalan dalam hidupnya. Sedangkan pada Chapter 7, pria ini berpura-pura bahwa segalanya telah menjadi baik-baik saja. Faktanya, di balik kebohongannya itu, ia tidak merasa baik-baik saja. Ia merasa semakin takut untuk menghadapi sesuatu yang akan dia hadapi selanjutnya. [][teks @pohanpow | foto dok. PR]