}
Jazz Buzz Salihara: Eksperimental Indra Perkasa
Musik

Jazz Buzz Salihara: Eksperimental Indra Perkasa

by Pandu
Fri, 17-Feb-2017

Di kalangan sineas lokal, nama Indra Perkasa tidaklah asing. Indra biasa menciptakan musik latar [scoring] untuk produksi film. Semisal, Tabula Rasa, Maestro web series Riri Riza, dan proyek Ini Kisah Tiga Dara.

Indra Perkasa tampil bersama Gadgadasvara Ensemble pada hari kedua Jazz Buzz Salihara [12/02]. Indra sebagai komposer dan bass, diiringi Dimas [drum], Adra [keys], Dion [gitar], John [perkusi], Windy [akordeon], Brury [trumpet], Donny [flute] Bonny [sax], dan Debora [vocal].

Konser dibuka dengan trek “Maestro”, lantas berlanjut dengan komposi “Cebolang”, lalu “Adra’s Kotekan” yang diciptakan Adra Karim. Total ada sekitar tujuh lagu yang Indra Perkasa bawakan. Yang menarik adalah tidak semuanya lagu komposisi Indra  kental dengan notasi nusantara, seperti bebunyian khas Bali.

“Di sini saya ingin mengkreasikan unsur musik nusantara yang dikolaborasi dengan jazz,” kata Indra Perkasa.

Eksperimennya itu menuai tepuk tangan dari penonton. Apalagi ketika dua lagu tradisional asli Flores dikomposisi ulang. Lagu pertama "Kiong" adalah nasihat agar orang Flores yang merantau tak melupakan kampung halamannya. Yang kedua, "Totondeng", lagu nina bobo untuk bayi-bayi di Flores. [][teks @haabibonta | foto Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya]