}
Jazz Buzz Salihara: Cinconotas Swingin'! Suguhkan Acapella ‘Bening’
Musik

Jazz Buzz Salihara: Cinconotas Swingin'! Suguhkan Acapella ‘Bening’

by Yogira
Wed, 22-Feb-2017

Ketika suara instrumen musik dimanipulasi dengan suara vokal manusia [meski terbatas], itulah  a capella. Di Indonesia, lebih praktis disebut akapela. Konon, akapela berkembang dari Afrika, yang biasa dipakai untuk upacara tradisi. Lalu imigran Afrika datang ke Amerika ratusan tahun lalu dan memperkenalkan akapela di gereja-gereja. Seiring perkembangan zaman, akapela pun jadi bagian khasanah musik jazz ke seantero dunia, termasuk ke Indonesia.

Cinconotas Swingin'! adalah grup akapela, yang memungkinkan jadi bagian perkembangan akapela di Indonesia. Setelah tampil di pelbagai event, Cinconotas Swingin'! bisa diapreasiasi pada program acara Jazz Buzz Salihara, di Komunitas Salihara, Jakarta [19/02].

Cinconotas Swingin'! terdiri dari: Elfa Tahmila [soprano], Sherine Farani Bahar [mezzo soprano], Puspita Wardhani Adjie [alto], Arief Dharma [tenor], dan Yanuareza Darmawan [bass, baritone]. Ber-dresscode biru, mereka tampil kompak mempersembahkan 12 lagu plus bonus medley, yang rata-rata berirama swing. Kira-kira pada separuh durasi pementasannya, muncul pianis Boy Joshua sebagai ‘pelezat’ lagu-lagu mereka.

Cinconotas Swingin'! membuka penampilannya dengan komposisi berjudul “Gone with The Wind”—lagu lama gubahan Max Steiner pada tahun 1939, sekaligus jadi soundtrack film dengan judul yang sama. Yang menarik dan mendapat applaus adalah lagu “Till There Was You”.  Maklum, lagu ini milik The Beatles. Asyiknya, lagunya jadi terasa berbeda ketika dinyanyikan secara akapela. Tak lupa,  Cinconotas Swingin'! membawa atmosfir latin kepada penonton ketika mereka membawakan karya dedengkot musisi latin jazz, Antonio Carlos Jobim. “A Felicidade”, Chega De Saudade”, dan “Desafinado”.

Selain menyanyikan lagu Barat, Cinconotas Swingin'! asyik masyuk juga membawakan lagu-lagu Indonesia. Yang paling enak diikuti ketika mereka melantunkan lagu “Oh Ya?”. Mereka bisa menghidangkan lagu ciptaan Dian PP dan Bagoes AA itu dengan atraktif. Semua personelnya beranjak dari tempat duduk dan bergoyang membentuk gerakan koreografi yang menghibur. Gaya mereka bernyanyi, jadi teringat grup vokal ternama asal Amerika, Manhattan Transfer dan New York Voice, yang memang sering membawakan lagu-lagu swing.  

Menyaksikan secara keseluruhan penampilannya, Cinconotas Swingin'! sebenarnya sudah jadi grup ensambel yang mumpuni. Cara mereka bernyanyi nyaris tanpa cacat. 5 jenis suara yang dikeluarkan mereka, baik secara harmoni maupun solo, terdengar bening dan renyah. Sepertinya, grup ini layak menjadi The Next Elfa’s Singers. Apalagi anggotanya adalah  juga anak asuh Elfa Secioria [alm]. Terus berkarya sampai tuntas wahai Cinconotas !. [][teks @firza | foto Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya]