}
Kenangan Orang Terdekat Harry Roesli
Musik

Kenangan Orang Terdekat Harry Roesli

by Sherra
Tue, 21-Mar-2017

Lewat LaMunai Records, album Philosophy Gang dirilis kembali. Album ini pernah masuk dalam "150 Album Terbaik Indonesia Sepanjang Masa" versi majalah Rolling Stone Indonesia tahun 2007.

Salah satu album klasik dan masterpiece dari musik Indonesia ini penggarapannya juga bisa dibilang nggak direncanakan. Perilisan album ini memancing kembali ingatan dua personel Gang of Harry Roesli, Indra Rivai dan Harry Pochang.

Harry Pochang mengungkapkan, saat masuk studio rekaman, lagu yang sudah siap cuma “Borobudur”, “Peacock Dog”, dan “Malaria”. Dan empat lagu lainnya yaitu “Roda Angin”, “Don't Talk About Freedom”, “Imagine”, dan “Roses” cuma mendiang Harry Roesli yang tahu.

“Yang saya nggak habis pikir, pas kami ke studio, tiba-tiba ‘cling’ jadi. Padahal di studio kayak lagi jamming aja. Apalagi untuk liriknya, tiba-tiba dia [alm. Harry Roesli] ke kamar kecil untuk BAB. Tahu-tahu pas ke luar udah dapet aja. Kayaknya di sana ada waktu untuk kontemplasi,” kenangnya lagi.

Indra Rivai menambahkan, “Perjalanan 44 tahun lalu sebelum bergabung, saya masih di band lain saat kuliah. Akhirnya bergabung dan membentuk band ini. Trus, main di tempat pesta dan baru itu saya dibayar karena main musik. Eh ternyata alm. sendiri yang bayar kami. Pokoknya, bayar nggak dibayar, dia yang bayar kami.”

Bukan cuma sisa personel yang nostalgia, kedua anak Harry Roesli juga membeberkan kenangan mereka bersama sang ayah.

“Bapak nggak pernah nyuruh saya mendengarkan lagunya karena dia paham bahwa saya nggak bakal ngerti. Pertama saya dengerin 'Malaria' dan suka. Cuma pas tanya artinya malah disuruh pikir sendiri. Kami yang harus cari tau, artinya apa,” kenang Lahami.

Layala, kembaran Lahami pun sempat ingin kuliah musik, namun nggak dapat restu dari sang ayah yang sangat visioner itu.

“Beliau kan Prof. pendidikan musik pertama. Lucunya, pas saya mau kuliah musik malah nggak boleh. Saya jujur, tertarik dengan karya Bapak setelah Bapak meninggal,” tambah Layala.

Ah iya, Layala menyayangkan bahwa ada anak muda nggak tahu album Philosophy Gang. Kabarnya, nanti akan ada rilisan kaset dan digital. [][teks & foto @saesherra]