}
MALIQ & D'Essentials tentang Lagu Favorit Album Baru
Musik

MALIQ & D'Essentials tentang Lagu Favorit Album Baru

by Pohan
Mon, 29-May-2017

MALIQ & D’Essentials resmi meluncurkan album ketujuh secara ekslusif dalam acara "Traxkustik Pop Hari Ini edisi Senandung Senandika" pada Minggu, 21 Mei 2017 di The Downtown Walk, Summarecon Mall Serpong.

Sebelum naik panggung, anggota MALIQ menyempatkan diri bertemu penggemar mereka yang rela mengantri untuk mendapatkan goresan tanda tangan pada sampul cakram padat album Senandung Senandika.


Malam itu penampilan mereka tetap maksimal biar akhir pekan beku akan jadwal manggung luar kota. Sebanyak empat lagu baru dimainkan dengan manis antara lain “Sayap”, “Manusia”, “Musim Bunga”, dan “Senang”.

D’Essentials memang belum fasih mengikuti satu per satu lirik lagu baru yang keluar dari mulut Angga dan Indah. Namun, mereka juga tetap bergembira dengan sederet lagu-lagu dari album lama MALIQ.

Pada kesempatan jumpa pers, anggota MALIQ sempat berbagi cerita tentang lagu apa yang paling berkesan dari album Senandung Senandika. Hanya Jawa dan Widi memegang pilihan lagu yang sama:

Ilman - "Sayap"

"Ini satu yang beda lagi dari MALIQ. Mungkin ada unsur surprise-nya buat yang ngedengerin, dan ini juga di track pertama. Jadi emang ngagetin aja."

Lale - "Musim Bunga"

"Ini lagu cinta. Tapi nggak terlalu lagu cinta rasanya karena dibalut sama musik yang mungkin suasananya nggak romantis banget. Entah kenapa kalau misalnya dengar berulang-ulang, lo bisa jatuh cinta lagi dengerin lagu ini."

Jawa - "Kapur"

"Lagunya bagus aja menurut gue. Cita-citanya guru dulu."

Widi - "Kapur"

“Karena ini kayak perpaduan MALIQ yang sekarang sama MALIQ yang dulu. Verse-nya berbau Musik Pop, reff-nya berbau beat MALIQ zaman dulu. Terus ada saksofon. Sejujurnya gue sebel sama suara saksofon. Cuman gue sengaja taro' di situ. Something yang chessy, kadang-kadang gue suka aja."

Indah - "Manusia"

“Ini salah satu lagu yang paling terakhir kami buat, dan satu-satunya di album ini yang dibuatnya dengan jamming dulu. Ini gue request khusus sama anak-anak produksi. Gue minta, ayo dong kita bikin lagu cinta, plis banget. Gue kangen banget R&B 90’s love song. Keluarnya seperti si 'Manusia' ini. Emang di dalam lagunya nggak ada kata-kata cinta lagi. Tapi sebetulnya lagu ini, kalau gue menginterprestasikannya perasaan cinta kami terhadap sesuatu dengan melihat itu hal yang biasa tetap luar biasa."

Angga - "Idola"

“Jadi ini tentang orangtua. Aku rasa hari gini tuh jarang. Kita bisa bilang kita sayang sama orangtua. Cuma untuk mengungkapkan ke orangtua bahwa kita tuh sayang banget sama Mamah Papah secara langsung itu sulit banget. Nggak tau kenapa.”

"Di lagu ini kami bisa mengungkapkan perasaan itu ke orangtua kami. Kami harap yang denger juga bisa. Kalau emang belum bisa ngomong langsung sama orangtuanya, mungkin bisa bilang, 'Mah, pah aku suka banget lagu ini deh'."

“Itu juga yang kami lakuin sebenarnya pada saat take vocal. Biasanya lirik di depan mikrofon tapi ini foto nyokap bokap. Kita take-nya jam setengah 1 malam biar suasana benar-benar sakral. Gue nangis dan ternyata anak-anak juga. Jadi pas gue selesai nyanyi, kok nggak ada kode apa-apa."

"Kalau dari sisi as vocalist ini punya teknik vokal yang lumayan perlu dikulik. Mungkin orang ngedengernya ini falsetto aja atau head voice. Tapi di sini kita bisa ngobrol lebih jauh mengenai teknik vokal di lagu 'Idola' ini. Jadi, kombinasi antara teknik, feel, sama industri.” [][teks & foto @pohanpow]