}
Musik

Matter Halo: Kami Pilih Sell Out

by Pandu
Mon, 18-May-2015

Industri musik yang diperkosa oleh ‘pembajak’ tak mampu bikin layu benih-benih musisi baru. Selalu saja ada asa yang tumbuh agar karya mereka bisa terdengar luas. Misalkan, duo asal ibukota, Ibnu Dian dan Ganidra Rai yang membentuk Matter Hello.

Matter Halo menyebut genre yang mereka mainkan electronic folk. Tanpa basa-basi, duo ini langsung merilis album bertajuk Aerotiva. Mereka mengemas 10 track dalam format CD. Menurut Ibnu, materi lagu tersebut sudah terpendam sejak tiga tahun silam. 

“Sebelumnya, kami ketemu label yang nawarin kerjasama. Tapi mereka berusaha ngubah idealis musik kami. Jadi, nggak kami lanjutin. Baru kali ini kami ketemu sama Frisson yang nerima style music Matter Hello,” tambah Ibnu.

Matter Halo yang kecanduan dengan Sigur Ros dan Mew ini menggambarkan album perdana mereka ibarat sebuah travelling dan adventurous. Soalnya, kata Ibnu, hidup itu perlu keberanian dan pasti melewati pasang surut.

Persoalan industri musik di era digital ini adalah pembajakan. Musisi bisa menjadi ‘populer’, tapi karyanya habis dibajak perompak, atau ‘sell out’ yang berarti albumnya habis terjual tapi belum tentu seterkenal Kangen Band atau Ungu.

Kami meminta, Matter Halo memilih salah satu di antara keduanya. Secara mantap, duo ini lebih memilih sell out.

“Kami pilih sell out. Itu berarti mereka mengapresiasi dengan cara membeli album asli kami. Bukan dari bajakan,” tegas Matter Hello.

Penasaran sama music Matter Halo? Cek video klip mereka di sini ya. [][teks @HaabibOnta | foto instragram Matter Halo]