}
Lido 'Bicara' Musik di We The Fest
Musik

Lido 'Bicara' Musik di We The Fest

by Pohan
Wed, 16-Aug-2017

Produser muda asal Norwegia, Lido mengisi lineup "We The Fest" di JIEXpo Kemayoran, Jumat [11/08]. Kedatangannya masuk dalam agenda #EverythingTour untuk memperkenalkan debut album yang rilis Oktober 2016. Mungkin pengunjung #WTF17 yang hadir malam itu menyangka panggung Lido sebagai pertunjukan EDM, seperti penampil sebelumnya, Gryffin.

Dalam wawancara dengan fuxwithit, lelaki bernama asli Peder Losnegård ini mengatakan bahwa tiap pertunjukannya bukanlah pertunjukan EDM. Dengan bendera Lido, ia mengaku tak suka dengan DJ set. Menurutnya tidak asyik untuk “pressing the right button at the right time”, semua orang bisa melakukannya. Tapi sebagai musikus, ia lebih suka dengan konsep drumset dan aneka synthesizer yang mengelilinginya.

Setelah Gryffin menyelesaikan set, perangkat Lido dibawa ke atas panggung. Tak sedikit orang yang meninggalkan This Stage Is Bananas. Entah tidak tahu kepiawaian sang multi-instrumentalist atau karena ingin menyaksikan The Kooks di panggung utama. Tak menunggu lama, Lido langsung menggebuk drumset-nya yang menandakan pertunjukan dimulai. Visual panggung malam itu cukup memanjakan mata, dan lighting disusun menari layaknya orkestra. Ya, ia sangat peduli dengan konsep.

Lido memainkan semua lagu debut album Everything. Memang pertunjukannya tak pantas disebut konser EDM bahkan layaknya band, namun dia memainkan semua instrumennya sendiri. Menikmati aksi Lido seperti menaiki roller coaster, naik dan turun tanpa henti, penuh emosional. Tata suara panggung jangan ditanya, Lido terbaik dibanding para penampil sebelumnya di panggung yang sama. Dentuman sub bass menonjok jantung. Permainan perkusinya yang rapi,  serta permainan kibor dan synthesizer-nya patut diacungi jempol.

Selama pertunjukan ia jarang buka mulut, apalagi memberi jeda tiap pergantian lagu. Jelang lagu terakhir ia mengucapkan terimakasih sebagai rasa hormat bisa tampil di Indonesia. Pertunjukan ditutup nomor "Angel". Lirik dengan kata 'angel' ia ubah dengan bahasa Indonesia, alias malaikat. Tampaknya, Lido belajar bahasa lokal.

Debut album Lido, Everything menceritakan tentang fase patah hati dari awal sampai pemulihan. Seperti lagu "Murder", di dalam kanal YouTube-nya lidogotvids, ia menceritakan bahwa lagu tersebut "the actual breakup song". Ada pepatah bilang, hancurkan hati seorang seniman maka ia akan membuat sebuah karya seni yang bagus. Tak dapat disangkal, Lido bisa merealisasikan pepatah itu.

[][teks & foto @aloysiusnitia]