}
Cajon, Instrumen Perkusi yang Diduduki
Musik

Cajon, Instrumen Perkusi yang Diduduki

by Yogira
Tue, 19-May-2015

Konon, cajon [dibaca kahon] berasal dari kehidupan budak asal Afrika di Peru, yang saat itu jadi koloni Spanyol. Mereka dilarang memainkan alat musik dan memakai benda apa saja, mulai dari sendok, bangku, dan kotak kayu sebagai gantinya.

Sebagai alat musik, cajon adalah kotak dari kayu setinggi kira-kira 50 cm dan setebal 25 cm dengan rangka yang terbuat dari kayu keras yang ditutupi  plywood dengan ketebalan tertentu dan mempunyai lubang pada bagian belakangnya.

Dengan memukul cajon menggunakan cara tertentu pada bagian yang berbeda akan menghasilkan suara yang mirip alat musik drum, seperti snare, hit-hat, bass drum, dan lain sebagainya.

Teknik pukulan dasarnya antara lain: Tone [memukul dengan setengah telapak tangan], Bass [memukul dengan seluruh telapak tangan], Tap [memukul dengan ujung jari] dan Slap [memukul dengan mencolekkan ujung jari].

Seiring waktu, cajon berkembang menjadi tiga jenis: Cajon Peruano, Cajon Flamenco, dan Cajon Cubano.
Cajon Peruano berasal dari Peru dan merupakan jenis tertua. Pemainnya duduk di atas cajon. Cajon jenis ini tanpa snare di bagian dalamnya. Suara yang dikeluarkan mirip dengan conga.

Cajon Flamenco adalah jenis yang paling populer saat ini. Snare atau string yang terdapat pada sisi dalam bagian depan. Kalau dipukul, cajon tipe ini mengeluarkan suara seperti alat musik drumset modern.

Cajon Cubano berasal dari Kuba. Bentuknya lebih tinggi dan cara memainkannya adalah dengan mengapitnya di antara dua kaki mirip djembe atau conga. Jenis ini kurang populer lagi belakangan ini. [][teks @dd_sarwono/berbagai sumber | foto aurorapercussion.com.au / pearleurope.com]