}
Kenapa 'Basejam Reunion'? Ini Jawabannya..
Musik

Kenapa 'Basejam Reunion'? Ini Jawabannya..

by Andiska
Fri, 15-Sep-2017

Dengan formasi awal sejak tahun 1994, Basejam telah tiup lilin untuk usia ke-23 di tahun ini. Band yang pernah melewati sepak terjang dengan jumlah anggota personelnya ini sedang menjalankan sebuah project "Basejam Reunion".

Band yang terbentuk 15 Januari 1994 ini memang sengaja memiliki 2 project yaitu Basejam dan Basejam Reunion. "Kami bikin Basejam Reunion ya buat kumpul bareng lagi sama temen-temen yang sempet mengundurkan diri dan bawain lagu-lagu lama. Kalau untuk karya baru, kami masih pakai Basejam. Jadi mungkin penikmat Basejam dan Basejam Reunion juga berbeda," ungkap Adon saat diwawancarai dalam acara media gathering Synchronize 2017.

Basejam Reunion akan meramaikan Syncronize Festival dengan lagu-lagu lawas mereka dengan harapan para penggemar basejam di tahun '90-an yang hadir dapat bernostalgia.  

Lama berkecimpung di dunia musik, Basejam Reunion memiliki  pendapat tentang perbedaan musik masa kini dengan sepuluh tahun yang lalu. Menurut mereka, jika dulu tiap manggung hanya bertemu dengan musisi yang itu-itu saja, kini berkenalan dengan musisi yang beru pertama kali bertemu adalah hal yang lumrah.

Dari segi alirannya kini juga lebih beragam dan para musisinya lebih berani, untuk biaya juga lebih murah dan membuat musik sudah tidak sesusah dulu.

Senang dengan perkembangan musik yang kini sudah ada 1 festival yang dihadiri kurang lebih 90 musisi, Basejam Reunion dengan senang hati bisa meramaikan Synchronize dan mereka juga merasa bangga dengan perkembangan pesat dunia musik, pasalnya sudah tidak ada pendengar yang kesusahan untuk menikmati karya musisi idolanya "Kan, sekarang mainannya sudah digital, semuanya mudah, dengan musik online bisa, festival musik juga sudah banyak difasilitasi promotor dan banyak sekali jumlahnya," tambah Adon.

Selalu berharap karya mereka tetap bisa dinikmati, mereka berpesan agar para pendengar yang sudah dimanjakan dengan dunia digital tidak melakukan pembajakan dan tetap dukung karya musikus dalam negeri dengan cara membeli lagu original serta aktif menonton festival-festival musik. [][teks @andiskaraf | foto @muthiarys]