}
Yockie Suryo Prayogo Berpulang dengan Tenang
Musik

Yockie Suryo Prayogo Berpulang dengan Tenang

by Yogira
Mon, 05-Feb-2018

Kancah musik Indonesia kembali harus melepas kepulangan salah satu musisi terbaik kepada Yang Maha Kuasa. Dia adalah Yockie Suryo Prayogo, yang meninggal di RSPI Bintaro, 5 Februari 2018, pukul 07.35. WIB. Demikian menurut kabar yang tersiar di instagram @godblessrock. Di akun tersebut, disebutkan pula, jenazah Yockie akan dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Pusat.

Tak pelak, kabar wafatnya Yockie menghentak hati pencinta musik. Diduga, pemicu nafas Yockie terhenti karena dia mengalami penyakit diabetes, sirosis, dan stroke. Pada beberapa bulan sebelumnya, Yockie memang beberapa kali dirawat di rumahsakit. Pada Oktober 2017, Yockie mengalami pendarahan di pembuluh darah otaknya hingga kondisinya dinyatakan kritis.

Pada 30 Agustus 2014, Yockie tampil terakhir kalinya di panggung bersama God Bless, sekaligus penampilan pertama sejak dia mengundurkan diri dari band tersebut pada tahun 2001. Sepanjang kiprahnya bersama God Bless, Yockie turut andil dalam empat album rekaman God Bless, yakni God Bless [Huma Diatas Bukit [1975], Semut Hitam [1988], Raksasa [989], dan Apa Kabar [1997]].

Kepiawaian Yockie dalam mencipta lagu dan mengaransemen musik mendapatkan banyak pujian pula ketika dia cemerlang menggarap album rekaman untuk soundtrack film Badai Pasti Berlalu [1977], bersama sahabatnya, Eros Djarot dan Chrisye. Dari 13 lagu yang tersaji, Yockie mengaransemen 8 komposisi lagu, yang nyaris semuanya jadi lagu manis, misalnya: "Merpati Putih", "Matahari", "Cintaku", dan "Badai Pasti Berlalu". Nah, album ini disebut-sebut sebagai  salah satu album paling legendaris sepanjang masa dalam percaturan musik Indonesia.

Yockie pun jadi salah satu musisi disegani ketika terlibat dalam proyek Swami dan Kantata Takwa, bersama Setiawan Djodi, Iwan Fals, Sawung Jabo, WS Rendra, dll. Tak hanya itu, sudah berkali-kali Yockie lah yang mendapatkan mandat untuk jadi penata musik di panggung teater, salah satunya adalah pentas Teater Koma.

Kini semua pencapaian musikalitas Yockie akan tersimpan dalam ‘museum’ musik Indonesia. Karya-karyanya yang adiluhung akan tetap bergaung sampai kapan pun. Musisi kelahiran Demak Jawa Tengah 14 September 1954 itu telah berpulang dengan tenang ke panggung Yang Maha Kuasa. Semoga tetap berkarya dia di surga. [][teks yogirudiat/berbagai sumber  | foto: @Rezky Ichwan/youtube, @evanantono]