}
Sound Project Vol. 3: Pesta Musik di Gedung Tinggi
Musik

Sound Project Vol. 3: Pesta Musik di Gedung Tinggi

by Yogira
Tue, 27-Feb-2018

Umumnya, acara musik panggungnya di lapangan outdoor. Kalau pun di indoor, lokasinya tak jauh dari jalan atau fasilitas umum. Namun berbeda dengan Sound Project vol. 3. Festival musik bergaya urban ini memilih venue di gedung tinggi, tepatnya di ballroom dan area parkir tingkat 7, Kuningan City, Jakarta, Sabtu [24/2].

Karena acaranya di area gedung, penonton pun harus beberapa kali naik eskalator sampai akhirnya tiba di venue. Panorama malam Jakarta dari ketinggian jadi bonus tersendiri bagi penonton, yang rata-rata generasi millennial. Mereka tumpah dan hilir mudik antara area konser utama di ballroom dan panggung di area parkir. Sound Project Vol. 3 menyuguhkan “one stop music entertainment”.  Suguhan utamanya memang acara musik, tapi ada embel-embel lain di sekitar venue berupa atraksi games, layar tontonan, puluhan booth makanan, dan seni instalasi. 

Dari sore hingga malam, penonton mendapatkan hidangan pentas musik, yang dibawakan rata-rata oleh artis musik jalur indie, yang berkembang sejak awal tahun 2000-an hingga kini. Sisanya adalah 3 dedengkot musik Indonesia senior, yakni: Fariz RM, Kahitna, dan Naif. Meskipun terbilang band berusia tua, tak disangka, penonton remaja rata-rata hapal lagu-lagu mereka. Bahkan, ketika Kahitna tampil, nyaris area ballroom tumplek sesak oleh banyak penonton, hingga sebagian terpaksa harus mendengar lagu-lagu hits Kahitna dari luar panggung. Mereka secara kompak sing along untuk sejumlah lagu Kahitna, seperti: "Cerita Cinta", "Cantik", "Andai Dia Tahu", "Mantan Terindah", "Tak Sebebas Merpati", dll. Demikian juga Naif. Band ini tetap atraktif mengandalkan lagu-lagu, seperti: "Piknik '72", "Aku Rela", "Curi-curi Pandang", "Air dan Api", "Possesif", dan "Benci untuk Mencinta". Lagi-lagi David sang vokalis mengandalkan gaya kocak, yang bisa mengocok perut penonton.

Band lainnya, yang sangat menarik perhatian malam itu adalah: Bara Suara, Efek Rumah Kaca, Endah N Rhesa, Float, Stars and Rabbit, serta The Adams. Semua band ini sepertinya sudah memiliki fans tersendiri sehingga saat tampil, mereka menyedot penonton lebih banyak daripada penampil band lain, yang rata-rata masih baru.

Malam kian larut. Namun energi para penonton belum terkuras habis. Sebagian dari mereka malah asyik jingkrak-jingkrak dan moshing, misalnya ketika Diskopantera tampil di panggung. Mereka benar-benar mengekpresikan kebebasan diri sebagai refleksi gaya hidup kaum urban metropolitan. [][teks @yogirudiat | foto @yogirudiat, courtesy of @naifband/twiter]