}
Maratua Jazz & Dive Fiesta Gelaran Musik Kaya Warna
Musik

Maratua Jazz & Dive Fiesta Gelaran Musik Kaya Warna

by Hagi
Sat, 04-Aug-2018

Commuters pernah mendengar tentang Pulau Maratua? Belum? Maratua yang terletak di Kabupaten Berau Kalimantan Timur adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan dua negara: Malaysia [Sabah] dan Filipina. Di pulau yang berjuluk Maldives-nya Indonesia ini, akhir bulan lalu digelar Maratua Jazz & Dive Fiesta [MJDF] di Green Nirvana Resort, Desa Payung-Payung, Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Berau Kalimantan Timur [27-29/07].

Perhelatan jazz yang masuk tahun ketiga penyelenggaraan ini menampilkan Trie Utami feat. Echon Project, Rio ‘El Montuno’ Moreno Latin Jazz Combo, Uyau Moris, duet Amelia Ong dan Tiyo Alibasjah, serta sejumlah pemusik lokal seperti Saxophone of Borneo dari Samarinda, Banua Generation dari Berau, dan Gasstick dari Maratua.

Gelaran jazz yang dibuka Wakil Bupati Berau Agus Tamtomo ini juga dihadiri anggota DPR Hetifah Sjafudian. Dalam sambutannya, Agus Tamtomo menyatakan keheranannya karena Pulau Maratua kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Padahal, menurut pejabat yang gemar dengan kegiatan diving ini, Maratua memiliki spot selam terbaik di Asia.

"Menurut data CNN Travel, spot selam di Pulau Maratua merupakan spot terbaik ketiga di Asia. Sayangnya tidak dijadikan sebagai destinasi prioritas oleh Kementerian Pariwisata," tuturnya.

Sementara itu, menurut Hetifah, sejak awal perjalanannya, gelaran MJDF memang menemui banyak kendala. Tetapi berkat kegigihan panitia, perhelatan ini dapat terselenggara.

"Alhamdullilah setelah pertemuan dengan Kemenpar, acara ini mendapat respon positif. Saya berharap acara ini berjalan sukses dan memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata di Berau dan masyarakat setempat," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang salah satunya mengurusi bidang pariwisata ini.

Menariknya, Maratua Jazz & Dive Fiesta juga diramaikan dengan ragam kegiatan tambahan seperti Aksi Sapta Pesona membersihkan pantai yang melibatkan masyarakat lokal dengan slogan #StopTrashingtheOcean. Ada juga pameran fotografi karya Isomoto Berau dan Berau Asik yang memamerkan keindahan panorama alam dan bawah laut Berau. Rangkaian kegiatan tambah meriah dengan Festival Kuliner bertajuk MJDF Food Festival yang menghidangkan sajian khas dari empat kampong di Pulau Maratua.

Festival Director MJDF, Agus Setiawan Basuni menyebutkan bahwa gelaran jazz yang dimotori WartaJazz ini juga dimaksudkan untuk membuka mata dunia internasional terhadap keindahan Indonesia. Acara ini juga mengajak seluruh elemen bangsa menyadari potensi daerah mengembangkan pariwisata di lingkungannya.

“The 3rd MJDF sukses menghadirkan wisatawan ke salah satu pulau terluar Indonesia, sehingga potensi besar dari pulau ini akan semakin terekspos lebih besar lagi. Imbasnya tentu pada peningkatan perekonomian masyarakat dari pariwisata. Ini dibuktikan dengan ludesnya 500 kamar cottage dan resort di Maratua," ujar Agus di jumpa media di Pratasaba Resort.

“Apalagi,” sambung Agus, “Jazz di pulau terluar ini bertepatan dengan puncak bulan purnama dan gerhana bulan yang menambah keeksotisan Pulau Maratua.”

Kenduri jazz Sabtu petang itu dibuka dengan penampilan Uyau Moris. Pemain Sape’ dari Dayak Kenyah ini membawakan beberapa nomor dari albumnya bertajuk Soul of Borneo. Komposisi yang dibawakan penuh penghayatan ini menyayat hati seiring matahari yang tenggelam di peraduan.

Berikutnya penampilan duet Amelia Ong dan Tiyo Alibasjah. Lagu-lagu sendu yang melantun dari gitar Tiyo dan vokal Amelia menambah syahdu petang itu. Penampilan mereka berdua sempat diwarnai hujan yang membasahi Green Nirvana Resort. Setelah jeda sebentar, acara kemudian berlanjut di dalam ruangan yang mulai dihangatkan dengan jam session antara Sax of Borneo dengan Rio Moreno.

Segera saja lounge Green Nirvana Resort dipadati pengunjung. Turis mancanegara, masyarakat lokal, semua larut dalam nada-nada Latin yang menghentak dibawakan Rio Moreno Latin Jazz Combo yang terdiri dari Rio [keyboard], Harry Toledo [bass], Caecillia Chakraditya [perkusi, vokal], Iwan Wiradz [perkusi], dan Dion Subiakto [drum]. Suasana kian panas karena pengunjung ikut berdansa mengikuti arahan vokalis Caecillia. Acara malam itu ditutup dengan kolaborasi Trie Utami yang membawakan beberapa nomor dan dipungkasi lagu Sunda “Bubuy Bulan” yang diiringi dengan manis oleh Uyau Moris dan Harry Toledo.

Well, Commuters, sampai jumpa lagi di MJDF 2019 ya. [][teks & foto @hagihagoromo]