}
Merawat Kaset Pita
Musik

Merawat Kaset Pita

by Pohan
Wed, 24-Jun-2015

Ini udah zaman digital. Musik pun kebanyakan udah pake digital. Tapi pencinta musik sejati pastinya nggak begitu aja melupakan kaset pita. Bahkan sebagian ada yang mengoleksinya. Hobi mengasyikkan ya?

Nah, siapa aja yang senang mengoleksi kaset pita harus tau dong cara merawatnya secara tepat. Soalnya, perubahan kualitas suara bisa disebabkan tape player kotor. Akibatnya, kaset pita yang sedang diputar jadi mendadak kusut. So, gimana ya cara merawatnya yang baik?

Yuk, simak a beberapa poin penting di bawah ini:

1. Jangan biasakan ya nyimpan kaset dengan pita hitamnya masih terlihat. Kamu harus simpan kaset dengan posisi pita putihnya kelihatan, artinya, setelah kaset diputar sampai habis. Cara ini dilakukan agar kualitas suara pada kaset tetap terjaga.


2.
Nggak baik lho membiarkan kaset tersimpan lama di dalam tape player. Soalnya head tape adalah medan magnet, yang bisa bikin suara kaset naik turun. So, mending simpen aja kaset pada kotak semestinya.

3. Menyimpan koleksi kaset sebaiknya pada rak khusus dengan sirkulasi udara yang baik. Berikan rongga antar-kaset yang berguna meminimalisir koleksi dari risiko terkena jamur. Kaset yang diletakkan berdempetan bila terkena jamur bisa menular ke koleksi lainnya.


4. Jika terlalu lama tak distel, pita kaset bisa jamuran. Akibatnya, suaranya jadi mendem saat diputar. Ada beberapa cara untuk mengatasinya, dan yang paling aman adalah distel bolak-balik sampai jamurnya hilang. Jika tape player kita memiliki mode high speed prosesnya bisa lebih cepat. Cara lainnya, coba deh gunakan pemutar manual, lalu tempelkan tisu basah dengan alkohol pada bagian tengah pita kaset, [yang posisinya mengarah ke bawah]. Kita bisa menjepit tisu itu dengan jari agar tetap menempel pada pita. So, coba deh kasetnya mulai diputar pelan-pelan dengan alat pemutar manual tadi.




Meski begitu, perlu kita perhatikan juga bahwa nggak semua jenis pita kaset bisa kuat dibersihkan dengan cara ini. Malah bisa bikin rontok tuh kaset. Contohnya, kaset bermerk BASF dan pita-pita kaset Indonesia produksi lama.So, kalau nemu kaset kayak gini, hindari penggunaan alkohol untuk membersihkannya. Tapi kalau pita kasetnya kuat, kayak merek Maxell, itu nggak masalah. Cirinya ada tanda cetakan panah hitam pada pita putih sebelum pita coklat. Monalisa, YESS, dan Rockline adalah di antara label yang biasa memakai pita Maxell.


5. Kaset pita kamu ada yang bersuara mendem? Penyebabnya bukan karena ada jamur, tapi bisa juga lantaran busa alat pita yang mengeras atau ketutupan kerak kotoran pita. Kamu bisa membersihkan busa tersebut dengan memakai cotton bud yang sudah direndam alkohol, lalu gosokan pada busa tersebut secara perlahan, hingga kotorannya berkurang. Setelah itu, selipkan sedikit potongan tisu antara pita dan busa [tapi jangan terlalu tebal]. Cara ini agar kotoran dari pita nggak langsung terkena busa, tetapi justru menempel pada tisu tersebut.  

 
6. Kaset yang bunyinya menganyun saat diputar pertanda kaset tersebut berat saat bergerak, istilahnya alot. Jika dipaksa bisa mengakibatkan pita tersangkut/kusut. Biasanya disebabkan karena kaset sering di-rewind/ fast forward, atau bisa juga pitanya memuai karena kepanasan. Sering terjadi saat kaset diputar di tape mobil. Nah, kalo kondisinya kayak gitu, kita bisa mengatasinya dengan cara berikut ini: Kaset ditepuk berkali-kali pada telapak tangan. Biasanya sih, dengan cara itu putaran kaset jadi lancar. Kalo masih berat, buka kasetnya, lalu ambil kertas/plastik yang ada di dalamnya, kemudian setel kasetnya bolak-balik. Kalau putaranya kelihatan udah lancar, coba masukan lagi kertas/plastik tersebut. Inget juga ya, bahwa memasukan kaset ke dalam freezer agar jadi putaranya lancar itu cuma mitos dan banyak juga yang nggak berhasil.


7. Menyimpan kaset di ruang lembab atau bahkan terkena sinar matahari langsung, sama aja merusak kualitas suara pada kaset. So, lebih baik, kita menyimpannya di dalam lemari, yang nggak menempel langsung pada lantai. Kalau jumlah kasetnya banyak, rak khusus murah meriah yang dibikin dari kayu bisa jadi alternatif tempat penyimpanan.  [][teks diolah lagi oleh @pohanpow dari arielektronika.blogspot.com | foto bukalapak.com, gwmusic.wordpress.com, simplestories.typepad.com, pxpod.com, fr.forwallpaper.com]