}
Musik

Dekat 'Gila-gilaan' dalam "Mana Dusta, Mana Nyata"

by Pohan
Fri, 10-Jul-2015

Perjalanan bermusik Mohammed Kamga, Chevrina Anayang, dan Tahir Hadiwijoyo pun berlanjut. Setelah Tangga 'ditidurkan' pertengahan 2014 lalu, kini mereka makin solid independen bertiga dengan nama Dekat.

Dekat sudah mengantongi satu mini album berjudul Lahir Kembali yang dirilis dalam format digital. Selain tampil dari panggung ke panggung, mereka juga rajin mengunggah video di kanal YouTube.

Video musik single terbarunya, "Mana Dusta, Mana Nyata" dirilis, Selasa [07/07]. “Iya, single ketiga dan terakhir kemungkinan besar karena kami udah mulai produksi next album setelah Lebaran," kata Kamga.

Tampaknya, Dekat tidak ingin membuang waktu. Mereka berencana untuk menggarap album lagi. Kamga mengatakan, mereka ingin fokus bikin lagu enak, "Kalau dapat 10, kami bikin album penuh," tekad mereka beberapa waktu lalu.

Video musik "Mana Dusta, Mana Nyata" sendiri digarap secara tidak sengaja. Tepatnya saat Kamga mengisi salah satu acara di stasiun televisi swasta, Ia mendapat tawaran dari Cepi Gober yang bertindak sebagai D.O.P video tersebut dengan menggaet Victor Studiaminto selaku sutradaranya.

Konsep video digodok selama 1 bulan untuk menentukan tema, gambar, editing, sampai rundown ceritanya.

"Kami suka sama konsep inner voices. Jadi, kami bikin konsep soal orang yang tersiksa sama inner voices-nya, yang cuma bisa dikontrol pake obat. Inner voices-nya pun banyak. Ada penyendiri, druggie, sex addict, normal couple, destroyer, orang yang gila agama, dan pencibir. Basically, semua perasaan yang tiap orang punya tapi divisualisasikan," jelas Kamga.

Pembuatan video berlangsung satu hari di gudang kosong daerah Depok. Video menampilkan anggota Dekat dan teman-teman mereka yang akting 'gila-gilaan'. Menurut Kamga hasil syuting videonya memuaskan karena semua yang ditangkap kamera all out sama karakternya masing-masing.

"Setahun ini seru sih. Kami awalnya nebak-nebak di mana pasar kami. Ternyata emang ujung-ujungnya nggak ketebak. Turns out kami rame di tempat orang-orangnya pengin joget aja. Hahaa…Lebih nemuin jati diri juga," ujar Kamga saat ditanyai soal karier dan fans Dekat.

Kamga menjelaskan, pada awal Dekat bikin, masing-masing personel cuma ingin membuat musik yang disukai, yaitu musik modern. Sedangkan mengenai fans, Kamga menilai bahwa Dekat tidak terlalu memikirkan sejak awal. Meski begitu, kini Dekat punya basis fans, yang jumlahnya lumayan.

"Tapi kebanyakan dari mereka nggak dengerin Tangga. Lama lama kerasa kok, orang-orang udah nggak liat kami sebagai Tangga. Terutama di panggung. Ketakutan di awal soal ini lama-lama jadi nggak terlalu beralasan. Kalaupun ada ya nggak papa. 'Kan nggak semua orang mau move on. Dan nggak semua orang juga suka sama musik kami yang sekarang. Dibawa santai aja,” papar Kamga lagi. [][teks @pohanpow | foto facebook.com/musikdekat]