}
Syukuran Huru Hara Kelompok Penerbang Roket
Musik

Syukuran Huru Hara Kelompok Penerbang Roket

by Pandu
Tue, 25-Aug-2015

Kelompok Penerbang Roket [KPR] menggelar syukuran atas melesatnya laju mereka di industri musik. Dalam setahun, trio rock pschadelic itu berhasil merilis dua album, plus satu piala kompetisi dari Jack Daniels.

Biasanya, syukuran digelar dalam keadaan khidmat, penuh doa, dihadiri pemuka agama dan harus memakai kemeja putih. Itu bukan cara Kelompok Penerbang Roket. Viki, Rey, dan John memilih Ecobar 365 sebagai venue acara. Tanpa pemuka agama, rata-rata berpakaian hitam dan dalam suasana huru-hara!

Syukuran dibuka penampilan D’Jenks, grup reggae punk bawah tanah ibukota. Band yang berkiblat pada The Clash dan Rancid ini disambut antusias oleh massa yang sudah memadati Ecobar. Lewat lagu "Move On dan Time Bomb" milik Rancid, D’Jenks membuai kerumunan untuk bergoyang.

Setelah 50 menit dalam alunan reggae-punk, gilirian trio tuan rumah maju ke depan. Viki, Rey, dan John yang memimpin ‘doa’ untuk dua albumnya, Teriakan Bocah dan HAAI.

Sebagai pembuka, KPR membawakan “Di Mana Merdeka” untuk menghangatkan suasana kembali. Berbeda dengan massa D’Jenks yang menikmati dengan cara bergoyang. Massa KPR membuat kegaduhan, loncat sana sini, hantam kanan kiri.

Setahun lalu, sebelum KPR merilis album, LINIKINI mengobrol dengan trio ini di rumah Rey. Kami menanyakan  pencapaian KPR sebagai band.

Rey menjawab, ”Di atas awan masih ada awan. Di paling atas lagi ada Tuhan. Nah, KPR bakal ada di antara awan sama Tuhan.”

Pada syukuran malam itu, lagu “Mati Muda” menjadi lagu penutup acara yang membuat Viki, Rey, dan John melesat ke udara. Seperti show-show sebelumnya, trio ini lagi-lagi melakukan aksi yang khas, penghancuran alat musik. JEDER! [][teks @HaabibOnta | foto babotz]