}
Pencarian Wiji Thukul Lewat Lagu Anaknya
Musik

Pencarian Wiji Thukul Lewat Lagu Anaknya

by Pandu
Fri, 28-Aug-2015

Jika ditanya tentang pemuda bernama Fajar Merah, belum tentu banyak orang yang tahu. Tapi jika ditanya tentang Widji Thukul, bisa jadi banyak orang tahu. Maklum, Wiji adalah penyair yang lantang melawan Orba dengan sajaknya. Dia dianggap korban politik, yang hilang pada era represif ketika itu.

Fajar Merah adalah putra dari Wiji Thukul. Ketika tragedi penghilangan Wiji Thukul tahun 1997, Fajar baru berusia tiga tahun. Jadi, ia tak bisa ingat persis momen-momen bersama sang ayah.

Bahkan ia bilang, "Bagiku, sosok bapak, lebih seperti imajinasi. Aku nggak ingat sama sekali, Mas.”

Meski begitu, dalam nadi Fajar mengalir juga darah seniman dari sang ayah. Fajar mendirikan band bernama Merah Bercerita, yang memusikalisasi puisi-puisi ciptaan Wiji Thukul. Januari 2015, dia merilis debut album, yang memuat 10 track, 4 di antaranya adalah puisi Wiji, yang berjudul: “Bunga dan Tembok”, “Derita Sudah Naik Seleher”, “Kebenaran Akan Terus Hidup” dan “Apa Guna”.

Fajar mengaku baru sekitar empat tahun belakangan ini mengidolai sosok penyair itu. Sebelumnya, ia lebih menyukai John Lennon.

“Awalnya, aku diomeli sama temenku lho. Dia bilang, "Kamu itu ya goblok, mau cari tau John Lennon tapi nggak mau cari tahu siapa bapakmu,” tutur Fajar  dengan polos.

Setelah mulai menelusuri puisi-puisi karangan sang ayah, ia mulai merasa tertarik untuk menambahkan elemen lagu. Lalu lahirlah album Merah Bercerita.

“Lagu ini begitu dekat dengan saya, seolah-olah ini terasa lagu saya” tutup Fajar. [][teks & foto @HaabibOnta]