}
Frances Rilis Novel Ondel-Ondel Galau
News & Entertainment

Frances Rilis Novel Ondel-Ondel Galau

by Intern
Mon, 02-Apr-2018

Salah satu kesenian dari kebudayaan asli Betawi adalah ondel-ondel. Umumnya, ondel-ondel  dibuat dari kayu dengan bagian tubuhnya menggunakan dongdang, yaitu sejenis kurungan ayam yang terbuat dari bambu. Dulu ondel-ondel dianggap penolak bala dan seni eksklusif. Namun semakin hari, ondel-ondel nyaris terlupakan.

Untung saja masih ada orang-orang yang peduli pada kesenian Betawi tersebut. Salah satunya adalah Frances Caitlin Tirtaguna. Cewek yang akrab dipanggil Frances ini memiliki ide untuk menulis novel yang bercerita tentang ondel-ondel. judulnya  Ondel-Ondel Galau, yang akan dirilis April ini. Ini buku kedua Frances setelah Lost In Bali yang terbit pada 2014.

Seperti judulnya, kebudayaan Betawi sangat lekat di dalam Frances melalui novelnya. Berawal dari keresahannya melihat sepasang ondel-ondel yang terlihat lusuh dan meminta sejumlah uang di kemacetan Jakarta, Frances tergerak untuk menelisik lebih dekat tentang ondel-ondel, dari sisi kultur Betawi. Melalui risetnya di Perkampungan Kebudayaan Betawi Setu Babakan, Frances mengemas-lalu memadukan hasil riset dengan kehidupannya sehari-hari melalui novelnya ini, yang tertuang dalam bahasa Inggris, namun ringan untuk dibaca.

Dalam novel ini, Frances mengulas  beragam kebudayaan Betawi, mulai dari sejarah, para tokoh, tarian adat, baju adat, lagu adat, mainan tradisional hingga beragam makanan khas Betawi.

Frances mengenalkan beragam kebudayaan Betawi yang menurutnya saat ini sudah berevolusi sehingga hampir tidak terlihat lagi di kehidupan moderen seusianya.

“Saya belajar banyak tentang budaya Betawi. Saya ingin mengajak anak muda seumuran saya untuk lebih mengenal budaya Betawi dan meningkatkan kesadaran untuk turut melestarikannya serta mengenalkannya kepada dunia,” ujar Frances.

Penelitian Frances tentang budaya Betawi telah membawanya bertemu dengan seorang tokoh Betawi, Bang Indra Sutisna di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Dari Bang Indra inilah kemudian Frances mulai mengetahui peranan penting ondel-ondel.

“Semoga sekali lagi, ini bisa berjalan baik prosesnya dan hasilnya juga semakin baik untuk kita semua agar budaya Betawi semakin berkembang lestari, kepedulian kita kepedulian bersama. Dari buku ini kita bisa mulai," jelas Bang Indra.

Senada dengan Bang Indra, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi Bang Yahya Andi Saputra juga menyambut baik adanya buku ini. Namun Ia juga berharap selain dibuatkan dalam bentuk cetak, buku ini juga diharapkan dibuatkan versi hidupnya. Tujuannya, kebudayaan Betawi bisa lebih menyebar lagi bukan hanya di tanah Betawi, melainkan juga bisa menyebar sampai keluar negeri. [][teks @syahrima | foto PR]