}
Merayakan Halloween untuk Pak Raden
News

Merayakan Halloween untuk Pak Raden

by Pandu
Wed, 04-Nov-2015

Halloween sudah lewat tapi elegi pilu tentang kematian seseorang masih ramai tersiar. Seorang pria tua yang telah mendongeng kepada lima generasi. Terhitung dari tahun ‘70-an sampai sekarang. Dia Drs. Suyadi yang lebih kita kenal sebagai, Pak Raden.

Kabar wafat-nya Pak Raden pada 31 Oktober dini hari bisa jadi alasan untuk lima generasi tadi merayakan Halloween. Sebagai hari yang menyeramkan, setelah kepergian Pak Raden, belum ada lagi sosok pria yang akan bercerita tentang semangat kebersamaan pada anak kecil. Malah, kemudian yang ada  di televisi terkini adalah kisah serigala dan vampire yang jatuh cinta.

Perhatikan tokoh Unyil dan Melanie, bentukan Pak Raden. Penggambaran dari sosok pribumi dan etnis Tionghoa yang dibuat berteman akrab. Pada era '70-'90, pertemanan dua etnis ini bisa dibilang jarang. Maklum pada masalah ini selalu timbul kecemburuan sosial.

Pak Raden sempat bercerita pada whiteboardjournal.com, bahwa ada ibu di Bandung yang berterimakasih karena telah membuat tokoh Melanie. Ibu itu mendatangi Pak Raden sambil menangis.

Ibu tersebut bercerita bahwa tokoh Melanie mampu membuat anaknya yang juga berasal dari keluarga Tionghoa diterima oleh teman-temannya di sekolah dasar. Dulunya, anak perempuan ibu tersebut selalu mendapat perlakuan yang berbeda di sekolah. Munculnya tokoh Melanie yang menjadi teman bagi Unyil membuat anak perempuan tadi lebih diterima oleh lingkungannya.

Mendengar kabar wafat Pak Raden beberapa netizen langsung bereaksi dengan membuat ucapan selamat jalan. Seperti di bawah ini yang telah kami rangkum.






[][teks @HaabibOnta | foto berbagai sumber]