}
FFI 2015: Siti Film Terbaik Tanpa Bioskop
News

FFI 2015: Siti Film Terbaik Tanpa Bioskop

by Yogira
Tue, 24-Nov-2015

Menjadi yang terbaik tak selalu mengikuti selera pasar. Itulah Siti, Film terbaik Festival Film Indonesia [FFI] 2015. Film ini tak diputar di bioskop secara umum. Siti meraih tiga piala Citra untuk kategori: Penulis Skenario Asli Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Film Terbaik. Penobatan Film Terbaik diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada acara FFI 2015, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Senin [23/11].

Sebelum berjaya pada FFI 2015, Siti berhasil meraih dua penghargaan terbaik pada “Festival Film Internasional Shanghai 2015” ke 18, [13-21 Juni]. Untuk mendapatkan predikat Film Terbaik FI 2015, Siti bersaing ketat dengan film A Copy of Mind, Guru Bangsa Tjorkoaminoto, Mencari Hilal, dan Toba Dreams.

Kategori Sutradara Terbaik adalah Joko Anwar [A Copy of Mind]. Sebelumnya Joko bersaing ketat dengan unggulan lainnya: Angga Dwimas Sasongko [Filosofi Kopi] dan Eddie Cahyono [Siti]. Yang mengejutkan adalah Deddy Soetomo [Mencari Hilal] sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik. Padahal  banyak yang menjagokan Reza Rahadian [Guru Bangsa Tjokroaminoto].

Pemeran Utama Wanita Terbaik pemenangnya adalah Tara Basro [A Copy of Mind]. Sedangkan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Christine Hakim [Pendekar Tongkat Emas]. Aktor senior, Mathias Muchus menyabet piala Citra lagi. Kali ini dalam film Toba Dreams. Dia menang untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

FFI 2015 ini pun mengumumkan Film Pendek Terbaik, yakni: The Fox Exploits the Tiger's Might dan Animasi Terbaik berjudul GWK. Sedangkan film Televisi Terbaik diraih Hati-hati dengan Hati. Dokumenter Panjang Terbaik: Mendadak Caleg. Dokumenter Pendek Terbaik: Tino Sidin Sang Guru. [][teks @firza | berbagai sumber | foto reelasian.com, jpnn.com]