}
Situs Film Ilegal Ditutup, Pembajakan Menurun
News

Situs Film Ilegal Ditutup, Pembajakan Menurun

by Sherra
Fri, 27-Nov-2015

Menurut siaran pers yang diterima LINIKINI, Selasa [24/11], langkah Kemenkominfo dalam rangka penutupan 22 situs film ilegal pada Agustus lalu  dinilai efektif oleh Sheila Timothy selaku Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia [APROFI]. Pasalnya, hal tersebut terbukti dari adanya penurunan angka pembajakan film digital.

“Hasil pantauan kami dari bulan Agustus hingga November, tiga situs dengan tingkat kunjungan paling tinggi mengalami penurunan peringkat hingga 3.000 persen, sedangkan secara rata-rata dari 22 situs yang diblokir mengalami penurunan 780 persen,” ujar Sheila Timothy.


Peringkat website tersebut dilihat di Alexa.com yang juga menjadi indikator utama pemasang iklan.

“Sebelumnya, para pelanggar hukum ini mendapat keuntungan miliaran rupiah tiap bulan dari iklan judi dan pornografi. Strategi kami adalah menghancurkan insentif finansial yang didapat penyedia konten illegal dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hak pelaku ekonomi kreatif," terang Lala, panggilan akrab Sheila. 

Tindakan penutupan situs ilegal ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan situs-situs legal yang nggak bisa tumbuh karena maraknya situs ilegal.

Deputi bidang Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif [BEKRAF], Ari Juliano menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerjasama dengan semua pemegang kepentingan dalam melakukan penindakan terhadap pembajakan digital secara konsisten. 

“Tak boleh lagi ada orang yang bisa hidup nyaman melakukan pembajakan digital di Indonesia. Kami terus memantau dan akan melaporkan puluhan situs film ilegal lainnya," kata Ari yang juga Ketua Satgas Anti Pembajakan.

Kemenkominfo juga sudah menutup hak akses 22 situs yang melanggar hak cipta atas karya musik 23 November lalu. Hal tersebut adalah tindak lanjut dari Kementerian Hukum dan HAM soal Rekomendasi Penutupan Konten dan Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta berdasarkan pengaduan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia [ASIRI]. [][teks @saesherra/ PR | foto PR/ independent.co.uk]