}
Seniman Protes atas Pelarangan Diskusi Seni
News

Seniman Protes atas Pelarangan Diskusi Seni

by Yogira
Thu, 10-Dec-2015

Sejumlah seniman menyemut di lobi Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki [TIM], Selasa [08/12]. Mereka menyikapi secara keras pelarangan diskusi “Album Kenangan: #50Tahun1965”.

Mendung menggayut di atas TIM, lalu gerimis turun pada sore itu. Tampak aparat kepolisian seperti siap siaga seolah mau mengantisipasi kerusuhan.

Padahal saat itu, di TIM ada perhelatan Festival Teater Jakarta 2015, yang diselenggarakan Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta [DKJ].

Sebenarnya, tak ada aroma kerusuhan pada acara seni itu. Namun aparat kepolisian terus berjaga-jaga atas dalih perintah pelarangan diskusi Diskusi “Album Kenangan: #50Tahun1965”.

Alasan inilah yang membuat para seniman protes. Sore itu, acara diskusi pun terpaksa diganti dengan konferensi pers sebagai bentuk perlawanan damai pada kekuasaan.

Hadir sebagai pembicara: Irawan Karseno [Ketua DKJ], Abdul Azis [Ketua Koalisi Seni Indonesia], Muhammad Nurkhoiron [Komisaris Komnas HAM], Dewi Noviami [Ketua Komite Teater DKJ], Dolorosa Sinaga [Pembicara diskusi program Album Keluarga #50Tahun 1965], dan Benny Johannes [Fasilitator Program Album Keluarga #50Tahun 1965].

“Pelarangan ini bukan sekali terjadi. Ini kesewenang-wenangan  kepolisian dan juga sebuah intervensi pada kesenian. Kami meminta menghentikan intervensi atas kebebasan berekspresi,” tegas Irawan Karseno.

Adanya pelarangan tersebut berdasarkan turunnya surat B/19811/XII/2015/Datro, yang baru diterima Sekretariat DKJ,Senin, 7 Desember 2015, pukul 20.00.

“Siapapun harus diberi hak untuk berekspresi, bukan hak kepada DKJ-nya, melainkan kepada hak kebebasan berekspresi seniman. Jadi, kami mengutuk pelarangan kerja kreatif, kata Nurkhoiron.

Atas protes tersebut, para seniman akan tetap menggelar diskusi Album Kenangan: #50Tahun1965” pada waktu yang akan ditentukan segera. [][teks @firza | ilustrasi @riansaputra]