}
Bendung Katulampa Fungsinya Cuma Pemantau
News

Bendung Katulampa Fungsinya Cuma Pemantau

by Pandu
Mon, 28-Dec-2015

Saat musim hujan tiba di kawasan Jakarta, biasanya Bendung Katulampa menjadi sorotan utama. Maklum, pintu air pertama di Bogor ini bisa menjadi penanda peringatan dini ketika banjir akan mengintai ibukota. Jika Jakarta sudah kebanjiran, lumpuhlah aktivitas warganya.

Tahun 2011, Bendung Katulampa mencapai usianya  ke-100. Dibangun sejak zaman Belanda tahun 1911 sebagai peringatan dini serta aliran sarana irigasi seluas 5.000 hektar. Pembangunan Bendung Katulampa ini direncanakan sejak 1889 pasca banjir besar yang melanda kawasan elit Harmoni. Butuh waktu setahun untuk menuntaskan bendungan ini, plus memakan biaya sebesar 80.000 gulden.

Bendungan hasil karya Ir. Hendrik van Breen ini, panjangnya  74 m, dengan 5 inlaatsluis [pintu untuk mengalirkan arus ke kawasan di bawah], sedang lebar masing-masing pintunya, 4 m. Bendung Katulampa tercatat pernah menampung debit air sampai 630 ribu liter air per detik. Dengan ketinggian 250cm ketika periode banjir bandang lima tahun sekali [1996, 2002, 2007, 2010, dan 2013].

Salah kaprah pemahaman masyarakat luas hingga kini bahwa Bendung Katulampa memiliki kemampuan untuk menahan maupun membuka-tutup pintu air. Seperti saat banjir besar di Jakarta tahun 2013. Beredar isu bahwa penyebabnya pintu air Katulampa dibuka. Padahal kenyataannya tidak. Pasalnya, Bendung Katulampa berfungsi sebagai pemantau ketinggian air saja.

Tiap centimeter ketinggian air di Bendungan ini berimbas pada level air di Manggarai dan Depok. Jika di Katulampa ketinggian melebihi 150 cm, dipastikan dalam 3-4 jam Jakarta akan tergenang banjir. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto Wikipedia]