}
Kelemahan Desain Exoskeleton Tawan
News

Kelemahan Desain Exoskeleton Tawan

by Dedi
Fri, 22-Jan-2016

Belum lama ini Bali ramai diperbincangkan adanya mesin exoskeleton buatan I Wayan Sumardana alias Tawan. Sejumlah media melansir mesin itu bisa membantu menggerakkan bagian tubuhnya yang lumpuh karena stroke. Exoskeleton adalah istilah buat kerangka mekanikal yang dikenakan manusia dan ditenagai seperangkat motor, hidrolik, dan pneumatik untuk menggerakkan bagian tubuh.

Contoh dari riset pengembangan beberapa exoskeleton yang populer saat ini adalah HULC [Human Universal Load Carrier] buatan Locheed Martin, HAL [Hybrid Assistive Limb] dari Cyberdine, dan XOS buatan Raytheon.


Sejauh ini exoskeleton tersebut masih dalam tahap prototipe dikarenakan adanya beberapa kendala, antara lain di desain kerangka yang kurang fleksibel, limitasi catu daya, dan juga desain aktuatornya. 

Kembali ke exoskeleton karya Tawan, ada beberapa kelemahan dari sisi desain yang membuatnya mustahil untuk bisa berfungsi dengan layak:

1. Digerakkan dengan menggunakan gelombang otak?
Kelumpuhan karena stroke disebabkan adanya kerusakan sel otak yang memerintahkan bagian tubuh tertentu untuk bergerak, bukan karena rusaknya bagian tubuh yang lumpuh. Jadi alat pendeteksi gelombang otak yang dikatakan menggerakkan motor exoskeleton tersebut mustahil bisa berfungsi. Selain itu, prosesor apa dan bahasa program apa yang digunakan Tawan untuk menerjemahkan gelombang otak tersebut sebagai suatu perintah untuk menggerakkan aktuatornya?


2. Sedikitnya jumlah aktuator
Fungsi aktuator pada exoskeleton adalah untuk mengganti fungsi otot. Dari pengamatan melalui gambar dan video yang beredar, sepertinya exoskeleton buatan Tawan hanya memiliki beberapa benda yang terlihat seperti aktuator, terutama di bagian sikunya. Sedangkan di bagian pergelangan tangan, pundak dan jemarinya tidak terlihat. Jadi bagaimana Tawan bisa menggerakkan sendi-sendi lainnya?


3. Catu daya
Telah dibahas bahwa catu daya adalah permasalahan yang dijumpai pada riset exoskeleton selama ini, karena dibutuhkan catu daya dengan kekuatan besar, tahan lama, dan ringan. Dari gambar yang ada terlihat Tawan menggunakan sebuah baterai Li-Ion sebagai catu dayanya. Baterai yang berada pada bagian punggung exoskeleton tersebut terlihat berukuran kecil [seperti baterai pada RC]. Jadi, bagaimanakah baterai dengan kapasitas yang kecil itu bisa menjadi sumber tenaga exoskeleton yang cukup berat?


4. Rangkaian Elektronika
Komponen pada sebuah rangkaian elektronika bisa memakai komponen dari rangkaian elektronika yang lain, tapi tidak demikian dengan rangkaian elektronikanya. Rangkaian elektronika sebuah TV tidak bisa digunakan pada rangkaian elektronika sebuah komputer dan sebaliknya. Dari pengamatan seorang netizen, M Asad Abdurrahman, Tawan menggunakan rangkaian elektronika dari bagian komputer dan bahkan sebuah mouse. Bagaimana rangkaian tersebut bisa difungsikan pada sebuah exoskeleton?


Sampai artikel ini ditulis, masih banyak pro dan kontra mengenai berfungsi tidaknya exoskeleton karya Tawan ini. Kita patut menghargai kreativitas anak bangsa yang pastinya akan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, semoga saja kreativitas I Wayan Sumardana bukanlah kreativitas semu.

Semoga akan ada pembuktian dari pihak yang berkompeten. [][teks @dd_sarwono/wikipedia.com, soyaconcau.com, technoblog.com | foto facebook.com, technoblog.com, kabardunia.com, duniaku.net, bbc.com]