}
Suami-Istri Beda NPWP Merugikan?
News

Suami-Istri Beda NPWP Merugikan?

by Yogira
Fri, 29-Jan-2016

Anda sudah berumahtangga? Suami-istri sama-sama bekerja? Kabarnya, kalau suami dan istri punya NPWP berbeda, akan dikenakan pajak berlipat.

Kondisi tersebut sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan [UU PPh], yang menyebutkan bahwa sistem kena pajak Indonesia pada keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis.

“Penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabung sebagai satu kesatuan yang dikenai pajak dan pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan oleh kepala keluarga [dalam hal ini suami],” demiikian bunyi pasal 8 UU PPh nomor 36 tahun 2008.

Itu berarti, penghasilan serta kerugian istri akan dianggap sebagai penghasilan serta kerugian suami, sehingga dikenai pajak bersama.

Banyak yang menilai, kebijakan pajak terhadap perempuan pada pasal tadi dianggap melawan Undang-undang Ketentuan Umum Perpajakan [KUP].

Dalam siaran persnya, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis [CITA] Yustinus Prastowo menilai, pasal 8 UU PPh mengandung kontradiksi dengan KUP.

Perempuan yang menikah harus menggabungkan penghasilan dengan suami untuk dihitung PPh gabungan dan dipisah secara proporsional, ini jelas merugikan, “kata Yustinus, seperti dikutip sindonews.com, [26/01].

Yustinus menambahkan, perempuan kawin yang ber-NPWP sendiri dan digabung dengan penghasilan suami, itu juga ada potensi membayar pajak lebih tinggi. Kondisi ini berisiko lebih merugikan lagi seandainya suami mengganggur, bisa berarti istri harus menanggung beban tambahan, khususnya dalam hal pengenaan pajak tadi. 

Nah, dengan kondisi seperti ini, bagaimana agar kebijakan mengenai NPWP ini tidak merugikan pasangan suami istri yang sama-sama sudah bekerja? Kita tunggu saja perkembangan tanggapannya dari pemerintah.
[][teks @firza/sindonews.com, harianindo.com, berbagai sumber | foto @firza]