}
Pernyataan Sikap Sineas Surat dari Praha
News

Pernyataan Sikap Sineas Surat dari Praha

by Pandu
Wed, 03-Feb-2016

Glenn Fredly, Angga Sasongko, dan Chicco Jerikho bekerjasama untuk menggarap film bergenre drama, Surat dari Praha. Film ini berkisah tentang pria bernama Jaya yang tinggal di kota Praha. Ia menetap di Praha daripada harus tinggal di Indonesia dan tunduk kepada Orba.

Film ini terinspirasi dari kisah kehidupan para pelajar Indonesia di Praha yang tidak bisa kembali akibat perubahan situasi politik dalam negeri tahun 1966. Namun belakangan, film tersebut mendapat tuduhan plagiat dari Yusri Fajar. Ia adalah cerpenis yang menulis buku dengan judul serupa. Bahkan sebelum Surat dari Praha ditayangkan.

Menanggapi hal itu, Visinema Picture sebagai rumah produksi berserta ketiga produsernya menyatakan sikap terkait tuduhan tersebut. Ada 9 butir klarifikasi:

1. Menanggapi tuduhan plagiasi yang ditujukan kepada film Surat dari Praha oleh Yusri Fajar, kami sangat menyayangkan bahwa tuduhan plagiasi tersebut dilontarkan dan dipublikasikan sebelum film kami dirilis di bioskop sehingga belum dapat diakses oleh publik. Tuduhan plagiasi ini, secara nyata telah merugikan nama baik kami karena pemberitaan secara sepihak yang menggiring opini publik untuk menghakimi kami tanpa legal standing yang kuat.

2. Klaim soal telah dikirimnya somasi kepada kami oleh Yusri Fajar membuat kami merasa dirugikan karena kami dikesankan sebagai pihak yang tidak mau diajak mediasi dan keras kepala. Padahal perlu ditegaskan: kami tidak pernah menerima somasi dan karena tidak pernah menerima somasi resmi, tentu sulit untuk kami mempelajari dan merespons apa yang menjadi keberatan dari saudara Yusri Fajar secara hukum.

3. Surat dari Praha adalah film yang memiliki legal standing yang sesuai dengan perundang-undangan Hak Cipta Republik Indonesia. Kami memiliki sertifikat hak cipta yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI Kemenkumham dan telah mendaftarkan paten atas judul Surat dari Praha di kelas 41 terkait dengan Film Bioskop, kelas 9 terkait dengan Cakram Digital, dan kelas 16 terkait dengan Poster.

4. Terkait kesamaan tema yang dituduhkan oleh Yusri Fajar, perlu dipahami bahwa tema mengenai para eksil politik 1965 di Praha dan tempat lainnya adalah FAKTA SEJARAH sehingga tidak bisa diklaim secara sepihak. Karena, berdasarkan UU Hak Cipta Pasal 41 Ayat (2) Ide, Temuan, Data bukan merupakan objek hak cipta. Siapapun berhak menceritakan peristiwa yang terkait dengan sejarah, baik secara fiksi maupun non-fiksi.

5. Kesamaan Poster yang dituduhkan oleh Yusri Fajar sama sekali tidak mendasar. Poster yang ditunjukkan saat press conference bergambar Charles Bridge, yang memang merupakan ikon Kota Praha. Sama seperti menara Eiffel di Paris, Big Ben di London, Liberty di New York dan Monas di Jakarta. Poster resmi yang terdaftar di LSF bisa ditemukan di bioskop.

6. Kesamaan judul pada media seni yang berbeda adalah hal yang biasa terjadi dan bukan bentuk pelanggaran hak cipta karena hak cipta melindungi isi/konten, bukan judul sebuah karya. Judul Surat dari Praha (Letter from Prague) sebagai buku juga pernah digunakan oleh Sue Gee pada tahun 1994 dan juga oleh Raya Czerner Schapiro dan Helga Czerner Weinberg pada tahun 1991.

7. Terkait dengan komunikasi kami dengan pihak Yusri Fajar, kami sudah menawarkan bentuk mediasi yang paling konstruktif dengan melakukan pertemuan yang ditengahi oleh ahli Hak Kekayaan Intelektual. Namun, gagasan ini tidak direspons secara konkrit oleh Yusri Fajar dan kuasa hukumnya.

8. Tuduhan kepada Glenn Fredly sebagai pencipta lagu atas pelanggaran hak cipta dan plagiasi tidak tepat dan berimplikasi pada pencemaran nama baiknya  karena dalam hal ini Glenn Fredly secara hukum bukanlah Pencipta Skenario maupun Pencipta Sinematografi dari film Surat Dari Praha, atau pemimpin rumah produksi seperti yang dituduhkan.

9. Menanggapi pernyataan Sdr. Yusri di muka publik, Visinema Pictures sebagai perusahaan film yang memproduksi film Surat dari Praha telah mengirimkan somasi balik yang sampai saat hari ini tidak ada tanggapan maupun respons yang dari pihak Yusri Fajar. Kami merasa sudah menunjukkan itikad baik maksimal dengan menghubungi baik saudara Yusri maupun penasihat hukumnya namun selalu ditolak. [][teks @HaabibOnta/PR | foto PR]