}
Indonesia, Raja Sampah Plastik
News

Indonesia, Raja Sampah Plastik

by Pohan
Mon, 13-Apr-2015

Sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik termasuk material yang bisa didaur ulang. Kita bisa memanfaatkan sampah tersebut sebagai ladang penghasilan, bukan malah jadi penyebab bencana dengan membuangnya ke laut.


Tahukah kamu, puluhan juta ton sampah plastik bisa mengotori samudera dan mengancam kehidupan biota laut. Sayangnya, Indonesia termasuk deretan negara yang paling gemar membuang sampah plastik ke laut. Berikut adalah daftar 5 negara sumber sampah plastik di laut:

1. China - 8,8 Juta Ton
Hasil studi University of Georgia, China adalah negara konsumen plastik terbesar di dunia. Dari rata-rata 11, 5 juta ton sampah plastik per tahun, sebanyak 78% di antaranya terbuang di lautan lepas. Jika dihitung, setiap penduduk di wilayah pesisir Cina membuang 33,6 kilogram plastik ke laut per tahunnya.

2. Indonesia - 3,2 Juta Ton
Dihitung dari presentase jumlah sampah plastik yang tidak diolah, Indonesia termasuk yang paling tinggi di dunia. Sebanyak 87 persen dari 3,8 juta ton sampah plastik yang dibuang setiap tahun mengambang di laut. Artinya, setiap penduduk pesisir Indonesia bertanggungjawab atas 17,2 kilogram sampah plastik yang mengapung dan meracuni satwa laut.

3. Vietnam - 1,8 Juta Ton
Dari dua juta ton sampah plastik yang diproduksi Vietnam, 1,8 juta ton alias 88 persen mencemari air laut. Artinya, setiap penduduk pesisir Vietnam membuang 32,9 kilogram sampah plastik ke laut per tahun - termasuk yang paling tinggi di dunia.

4. Filipina - 1,8 Juta Ton
Sedikitnya 2,2 juta ton sampah plastik diproduksi Filipina setiap tahun, 83 persen di antaranya tidak diolah alias mengapung di laut. Secara keseluruhan, setiap penduduk pesisir Filipina membuang 22,6 kilogram sampah plastik ke laut setiap tahunnya.

5. Sri Lanka - 1,6 Juta Ton
Jika dilihat dari jumlah sampah plastik per tahun, Sri Lanka termasuk di urutan terbawah dengan cuma membuang sampah plastik sejumlah 1,8 juta ton. Tapi 84% di antaranya tidak diolah dan akhirnya mencemari laut. Tercatat, setiap penduduk pesisir Sri Lanka bertanggungjawab atas 109 kilogram sampah plastik setiap tahunnya. [][teks @pohanpow/dw.de | foto courtesy of  news.nationalgeographic.com, gbtimes.com]