}
Sejenak Bernostalgia di In Between Days
News

Sejenak Bernostalgia di In Between Days

by Pohan
Mon, 13-Apr-2015

Lalu lintas menuju Komplek Gelora Bung Karno pada Sabtu [11/04] teramat padat. Penyebabnya adalah banjir acara di lokasi dan waktu yang bersamaan. Meski begitu, bak tanpa pesaing, In Between Days berjalan lancar di Lapangan D Senayan, Jakarta.

Festival garapan Triple D Entertainment dan Asia Live Entertainment ini memberikan kesegaran baru dengan nuansa santai bagai di taman bagi penduduk Jakarta khususnya kelas menengah —jika dilihat dari tiket masuk seharga ratusan ribu.

Panggung musik iBD dimeriahkan artis-artis lokal dan internasional era '80-an-'2000an seperti Sheila Majid, Color Me Badd, Kahitna, All-4-One, Java Jive, MALIQ & d’Essentials, Laidthis Nite, juga DJ Jockie Saputra.

Tanpa basa-basi, Laidthis Nite berkesempatan membuka panggung acara sekitar pukul 16.30 WIB. Pintu festival sudah dibuka satu setengah jam sebelumnya, namun area masih sepi yang kemungkinan pengunjung masih dalam perjalanan.

Setelah Laidthis Nite, MALIQ & d’Essentials naik ke atas panggung membawakan lagu-lagu cintanya. D’Essentials rela kehujanan merapat ke barikade untuk sing-along.

iBD adalah festival tentang Perdamaian, Cinta dan Kebersamaan. Laidthis Nite dan MALIQ & d'Essentials bukan band yang berjaya di era '90-an, namun masing-masing personel kedua band tumbuh di masa itu.

Selepas maghrib, panggung diteruskan Java Jive. Mereka tampil dengan formasi asli dan lengkap. Band '90-an ini membawakan nomor-nomor cantik antara lain, “Kau yang Terindah”, “Sisa Semalam”, “Gadis Malam”, dan “Gerangan Cinta”.

Giliran grup R&B/pop asal Amerika, All-4-One tetap memukau tanpa band pengiring. Jamie Jones, Delious Kennedy, Alfred Nevarez, dan Tony Borowiak melantunkan sejumlah lagu lama yang ditutup manis dengan “I Swear”.

Pengunjung yang dulunya masih duduk di bangku sekolah atau kuliah saat mendengarkan karya idolanya tentu puas bernostalgia malam itu. Tak hanya Java Jive, Kahitna membuat malam itu sempurna dengan kenangan lama.

Sementara Color Me Badd yang tampil minus one sama seperti All-4-One membawakan lagu-lagu macam "All 4 Love", "I Adore Mi Amor”, dan "I Wanna Sex You Up”. Aksi membagikan bunga mawar merah ke penonton menjadi gimmick-nya.

Festival bertema Saturday in the Park ini juga menghadirkan satu-satunya wanita melayu, Sheila Majid. Ia menyanyikan "Hadirmu” dari album Ratu [1996] spesial untuk penggemarnya di Jakarta. Kedatangannya sekaligus merayakan 30 tahun karier bermusiknya.
 
Selain panggung musik, pengunjung begitu menikmati aneka makanan dan minuman yang umumnya ala Barat dari sederet tenant. Penyelenggara berharap In Between Days menjadi festival tahunan yang dinanti dan semoga saja tahun mendatang bisa lebih diperhatikan soal kebersihannya. Jouuusss... [][teks & foto @pohanpow]