}
Februari: Ibukota Diterjang Banjir?
News

Februari: Ibukota Diterjang Banjir?

by Pandu
Tue, 16-Feb-2016

Kompas merilis bahwa Jakarta pada Februari ini bisa diterjang banjir bandang. Menurut Kepala Satuan Pelaksana [Kasatlak] BPBD DKI Jakarta Deni Wahyu, curah hujan bulan ini bisa mencapai di atas 100 milimeter per hari. Padahal biasanya, curah hujan normal 50-100 milimeter per hari.

Akibat fenomena La Nina yang mendera wilayah Indonesia, tingkat hujan akan meningkat drastis ketimbang tahun lalu. Ini kebalikan dari kekeringan yang menimpa tahun lalu, efek dari El Nino.

La Nina merupakan fenomena penurunan suhu muka laut di kawasan Samudera Pasifik Timur. Sementara angin Pasat Timur makin menguat. Massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Barat. Sedangkan di Pasifik massa air dingin. Akibatnya, gempuran hujan terjadi.

Nah, kondisi itulah yang bisa menimbulkan banjir bandang karena meluapnya sungai karena hujan. Mari kita tengok ke belakang banjir bandang yang pernah terjadi sebelumnya:

2002

Dari total 44 kecamatan, 42 di antaranya tergenang banjir. BNPB mencatat, ketinggian air mencapai 5 meter dan merenggut korban jiwa 21 orang.

2007

60% wilayah Jakarta terendam banjir. Aktivitas banyak lumpuh menyebabkan kerugian ratusan miliar. Sebanyak 81 korban jiwa melayang akibat kejadian ini. Banjir 2007 adalah banjir terbesar sepanjang sejarah Jakarta.

2013

Fenomena banjir bandang 5 tahunan menyerang pada tahun ini. Hanya dalam semalam, Bunderan HI terendam akibat banjir Kanal Barat jebol. Sebanyak 20 orang meninggal karena kejadian ini.

2016

Masih tanda tanya tentang kebenaran prediksi BPBD DKI Jakarta. Sejauh ini belum ada banjir yang sampai membuat heboh media massa mainstream, kecuali banjir di jalan tol Cikarang - Cikampek kemarin. [][teks @HaabibOnta/kompas/liputan6 | foto Wikipedia]