}
Java Jazz 2016: Hari Kedua, Penonton Membludak!
News

Java Jazz 2016: Hari Kedua, Penonton Membludak!

by Yogira
Sun, 06-Mar-2016

Memasuki hari kedua Java Jazz 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu [05/03], penonton membludak. Maklum, bagi sebagian besar pekerja kantoran, Sabtu adalah hari libur. Sebelum panggung dibuka sekitar pukul 4 sore, penonton sudah menyemut di pintu masuk venue.

Pada pagelaran sore, banyak anak muda menyerbu stage Bravo Radio Hall untuk menonton Kunto Aji dan stage MLD Spot Hall, mereka ingin menyaksikan penampilan RAN. Tak kalah ramainya terjadi di stage  BNI Hall. Di situ ada Yamaha Music Project feat. Glenn Fredly, Isyana Sarasvati & Marcello Tahitoe.

Selepas Maghrib, penonton berusia matang [usia 30-50-an] lebih memilih bernostalgia di stage Java Jazz Hall untuk menikmati penampilan panggung Dian Pramana Poetra & Elfa's Singers feat. Fariz RM. Fariz yang tampil pada awal acara membawakan lagu-lagu populer, seperti “Nada Kasih”, “Sakura”, dan “Barcelona”. Kemudian Dian Pramana Poetra yang berkolaborasi dengan Elfa’s Singers membawakan lagu: “Putus Saja”, “Masih Ada”, dan “Masa Kecilku”.

Pada malam harinya, grup dan musisi lokal tetap mendapatkan apresiasi dari banyak penonton, terutama penampilan panggung Dewa Budjana di Transcorp Hall, Endah N Rhesa, di Stage Bus Jazz Performance, dan Teza Sumendra di Stage Transcorp Hall. Yang paling mengejutkan adalah membludaknya penonton Teza. Bahkan penyanyi yang layak go international ini mengaku speechless karena nggak menyangka penonton di depannya sangat antusias dan memenuhi kursi. Dengan gaya musik soul & R&B, Teza membawakan beberapa lagu andalannya, di antaranya: “Tonight”, It’s Love, dan “Real Love”. Uniknya penonton Tesa tak cuma anak muda, tetapi juga orang tua dan bule.

Untuk sesi artis internasional, tentu saja David Foster, Level 42, dan Sting tetap jadi primadona. David Foster hampir membawakan lagu-lagu hits-nya yang dinyanyikan oleh Kafin Sulthan [11 tahun], Lea Simanjuntak, Berget Lewis, dan Eric Benet. Penonton pun terbawa suasana romantic dengan lagu manis gubahan Foster, seperti: “The Power of Love”, “I Will Always Love”, “Through The Fire”, dan “Unbreak My Heart”.

Menjelang malam, Level 42 kembali beraksi di Java Jazz Hall untuk kedua kalinya. Sang pencabik bass, Mark King senang karena pada hari kedua itu, penonton lebih banyak ketimbang hari sebelumnya. Tak ayal lagi, penonton pun diminta berdiri untuk ikut bergoyang dalam irama jazz funky yang energis. Lagu-lagu semisal "Lesson in Love", "Loves Games", dan "Sirene" jadi lagu yang asyik untuk berjoget.

Malam berganti menuju dinihari, Chris Botti dan Sting di BNI Hall jadi pemuncaknya. Ketika Sting terlihat ke panggung, sontak penonton berteriak. Emosinya mendadak bergejolak untuk sing a long lagu-lagu legendaris yang dinyanyikan Sting, antara lain: “Message in the Bottle”, “Roxanne”, “Field of Gold”, “Desert Rose”, “Fragile”, “English Man in New York”, dan ditutup dengan lagu “Shape of My Heart”.

Hari kedua Java Jazz 2016 memakan waktu lebih lama karena baru selesai pukul 2 dini hari [hari Minggu]. Beberapa saat menjelang pergantian hari, sebagian penggemar jazz yang baru akan pulang dari panggung dikejutkan oleh wafatnya musisi jazz legendaris Ireng Maulana pukul 00.25. Selamat tinggal Ireng. Java Jazz hari kedua ini ikut mengantarkan kepulanganmu ke alam sana. [][teks @firza | foto @firza, @saesherra]