}
Java Jazz 2016: Hari Terakhir Diperuntukkan bagi Ireng Maulana
News

Java Jazz 2016: Hari Terakhir Diperuntukkan bagi Ireng Maulana

by Yogira
Mon, 07-Mar-2016

Pagelaran Java Jazz Festival [JJF] 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu [06/03] menjadi penutup dalam 3 hari penyelenggarannya. Tak seperti hari sebelumnya [Malam Minggu], yang penontonnya membludak, pada hari terakhir, suasana di venue tidaklah terlalu ramai.

Hari terakhir JJF tahun ini boleh dibilang jadi “in memoriam” untuk musisi jazz senior Indonesia, Ireng Maulana, yang meninggal pada Minggu, pukul 00.25 karena diduga serangan jantung. Banyak artis lokal JJF pada hari itu mengucapkan belasungkawa pada saat jeda penampilannya, misalnya grup Sore dan Andre Hehanussa. Bahkan Sore yang manggung di MLD Spot Hall sengaja mempersembahkan lagu yang dimainkannya berjudul "Pergi Tanpa Pesan" sebagai apresiasi kepada Ireng Maulana. 

Di panggung Java Jazz Coffee Stage, beberapa musisi jazz senior seangkatan Ireng Maulana tampil untuk mengenang Ireng dengan lagu-lagu jazz lawas. Mereka yang tampil antara lain: Benny Likumahuwa, Benny Mustafa, Oele Pattiselano, Jopie Item, Karim Suweileh, Jeffrey Tahalele, Yance Manusama, Margie Segers, dll.

Di panggung Tebs Hall, penampilan band asal Canada BadBadNotGood mencuri perhatian banyak anak muda. Maklum mereka musisi jazz muda dengan konsep lagu hiphop jazz. Tapi panggung yang menghebohkan ada di BNI Hall. Ada ribuan penonton menyaksikan MALIQ & D'Essentials. Sepertinya band ini salah satu penampil paling favorit JJF.

Lokasi JJF sempat diguyur hujan deras. Tapi itu tak menyurutkan animo penonton. Bahkan banyak yang rela antre demi menonton artis kesukannya.

Yellowjackets, Candy Dulfer, Endah N Rhesa + Dialog Dini Hari, dan tentu saja David Foster & Java Jazz Friends termasuk penampil yang paling dinanti malam itu. Yellowjackets dan David Foster & Java Jazz Friends, yang sebelumnya tampil pada hari kedua [Sabtu] tetap tampil memukau.  Sayangnya, jadwal manggung David Foster dimundurkan. Imbasnya, banyak penonton yang kecewa karena terpaksa mengabaikan tontonan lain pada waktu yang sama.

Di panggung Tebs Hall, ada Topeng Jazz: Dwiki Dharmawan & His Polish Friends. Mereka membawakan sejumlah komposisi jazz dengan racikan musik tradisi.

Malam semakin larut, Chris Botti featuring Sting kembali manggung kedua kalinya. Kepadatan penonton tidak hanya di panggung Sting, tetapi juga di panggung Afgan.

Sebagai penutup JJF 2016, Andre Hehanussa layak diapreasiasi. Lagu-lagunya banyak dinanti penggemarnya. Kejutan terjadi ketika Candra Darusman ikut tampil di panggung. Penampil akhir lainnya adalah Hiatus Kaiyote dan Brian Simpson special guest: TONY MONACO. Mereka memberikan sentuhan musik manis sebagai salam perpisahan JJF 2016.  [][teks @firza | foto @saesheera]