}
Indonesia Harus Siapkan Lebih dari 1,5 Juta Insinyur Lokal
News

Indonesia Harus Siapkan Lebih dari 1,5 Juta Insinyur Lokal

by Dedi
Sat, 30-Jul-2016

Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN [MEA] merupakan harapan dan ancaman bagi Indonesia. Harapan, karena Indonesia punya natural resources yang berlimpah dan pertumbuhan infrastruktur yang pesat, ancaman, karena MEA memungkinkan tenaga asing untuk masuk dan bekerja di Indonesia secara bebas.

Rektor Sampoerna University, Wahdi Yudhi mengatakan, industri di Indonesia harus diisi tenaga teknik Indonesia. Karenanya, harus diciptakan tenaga kerja yang tak hanya memenuhi standar kualitas Asia tetapi juga dunia.

Persatuan Insinyur Indonesia [PII] mencatat bahwa kini Indonesia hanya memiliki sekitar 750.000 insinyur, padahal setidaknya dibutuhkan 1,5 juta insinyur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 7-10 persen per tahun.

Indonesia juga membutuhkan tenaga insinyur yang berkualitas serta siap kerja dan siap mendunia. Calon insinyur harus dibekali dengan kompetensi global agar bisa memenangkan persaingan.

Sampoerna University [SU] merupakan salah satu perguruan tinggi yang menghadirkan jurusan dan terakreditasi internasional ABET [Accreditation Board for Engineering and Technology]. SU juga mengaplikasikan sistem pendidikan berbasis STEAM [Science, Technology, Engineering, Arts, and Math]. SU memiliki jurusan Industrial Engineering, Computer Science, Creative Digital Design, dan Mechanical Engineering.

Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman itu? Belajar terus, yuk! [][teks @dd_sarwono, praxis.co.id | foto telegraph.co.uk]